Showing posts with label music. Show all posts
Showing posts with label music. Show all posts

Tuesday, 13 June 2017

Kakushemu

Hari ini, 20170613, muncul juga lagu dan video klip terbaru dari CY8ER yang berjudul Kakusheemu. Video klip pertama yang menampilkan mereka dengan formasi berenam yang terdiri dari Ichigo Rinahamu, Koinumaru Pochi, Mashilo, Fujishiro Anna, Yamiyume Yami, dan Naatan Koromushi. Sudah dua bulan sejak personil CY8ER jumlahnya jadi enam orang. Selama itu sudah sering sih sebenarnya mereka tampil di berbagai acara secara berenam. Tapi baru kali ini rilis video klip dan lagu baru secara berenam. Hasilnya? Menarik! 
Secara lagu, terasa banget khas Yunomi. Ya maklum, seperti biasa urusan aransemen musik masih dipegang Yunomi. Di beberapa bagian agak mirip-mirip Ooedo Controller-nya Yunomi sama Toriena. Tapi di beberapa bagian lainnya juga terasa kayak Hakuchuumu. Kalau tadi lihat twit-nya Rinahamu sih, katanya Kakusheemu ini lagu jawaban dari Hakuchuumu. Jawaban bagaimana? Entahlah, belum nangkep maksud liriknya Kakusheemu sih. Meski berenam, tapi yang jadi vokalis utama di Kakusheemu hanya Rinahamu, Pochi, sama Mashilo. Gak terlalu denger atau gak terlalu kentara kalau tiga lainnya ikut nyanyi. Anna, Yami, Naatan lebih berasa kayak backdancer. 
Secara video klip, nuansanya Tiongkok sekali. Terutama karena menyajikan berbagai makanan Tiongkok, juga dari segi kostumnya. Secara keseluruhan, video klipnya ucul, terutama pas adegan di meja makan. Cocok untuk menemani berbuka puasa. My special credits go to Fujishiro Anna. Entahlah, jadi agak tertarik sama dia. Ekspresinya ucul sih terutama pas di meja makan mulai menit 02:48 sampai akhir, seperti tampak sbb.
Sebagai penutup, berikut video klipnya. Selamat menyaksiken. Saya dari tadi sudah nge-loop ini beberapa kali, termasuk pas nulis ini.

Thursday, 27 April 2017

BPM15Q Dulu, CY8ER Sekarang

Entah kenapa baru sekarang nulis tentang ini. Well, efek blog ini terbengkalai sekian lama sih. Oke, langsung saja. Sudah dua tahun berlalu sejak saya pertama kali kenal BPM15Q. Lebih tepatnya, sejak pertama kali tahu nicamoq saat jadi model di Kneesocks Project. Jadi apa itu BPM15Q?
BPM15Q bisa dibilang semacam underground idol group yang anggotanya hanya terdiri dari Ichigo Rinahamu dan nicamoq (baca: nikamokkyuu). 15Q (baca: ichigokyuu) sendiri merujuk ke nama dua personilnya. Mereka sendiri menyebut diri mereka sebagai new age vocal DJ unit. Konsep inilah yang menurut saya unik, penggabungan idol dengan DJ. Yap, dari info yang saya dapat di awal kemunculannya, baik nicamoq maupun Rinahamu adalah DJ. Rinahamu sendiri merupakan mantan personil BiS (Brand new idol Society). Musik mereka pun model ajeb-ajeb tulit-tulit ala per-DJ-an kekinian. Tiga lagu pertama pada waktu itu yaitu BPM15Q!, Dokidoki Parirarura, dan Surechigai Boku to Kimi no Tsuushin, yang diunggah oleh nicamoq di akun soundcloud-nya dalam bentuk medley mix yang di-mixing sendiri oleh nicamoq. Sejak itulah, saya menggemari BPM15Q.
Menggemari mereka? Yap. Atau mungkin lebih tepatnya, cenderung menggemari karena faktor nicamoq yang pada saat itu berambut bob dengan image yang bisa dibilang agak loli. Tapi selain itu, lagu-lagunya memang asik sih, bikin nagih banget. Saya pun benar-benar hype ketika mereka merilis video klip pertama mereka lewat lagu BPM15Q!, ditambah ada video live mereka saat di Singapura akhir Agustus 2015.
Tahun lalu, mereka pun merilis sebuah single online yang berisi tiga lagu (BPM15Q!, Dokidoki Parirarura, dan Hakuchuumu) serta meriis video klip dari Hakuchuumu. Selain itu, juga dirilis sebuah album bertajuk BPM15Q ALL SONGS yang berisikan sembilan lagu. Semua lagunya sangat asik dan benar-benar bikin ketagihan. Perpaduan suara vokal nicamoq dan Rinahamu yang cenderung lembut bertemu dengan musik model ajeb-ajeb tulit-tulit ala per-DJ-an kekinian yang digarap oleh Yunomi. Sampai sekarang saya masih sering dengerin lagunya dan sepertinya tidak ada kata bosan. Di penghujung 2016 lalu, saat semuanya tampak baik-baik saja dan karir mereka menanjak, sesuatu terjadi.
Di akhir tahun lalu, BPM15Q mengumumkan berganti nama menjadi CY8ER (baca: cyber). Namun, tiba-tiba saja nicamoq mengumumkan keluar dari keanggotaan pada Desember 2016. Ada apa? Entahlah, saya juga kurang bisa mencerna mengapa nicamoq keluar walau sepertinya ada semacam masalah. Jujur sih, cukup kaget dan menyayangkan keluarnya karena nicamoq itu member favorit saya. Kalau bukan karena nicamoq, saya tidak akan tahu mengenai grup ini. Entah kenapa, kok ya bisa ngepas di album pertama dan terakhir mereka itu ada lagu berjudul Good Luck yang seolah-olah menandai berakhirnya era BPM15Q bersama nicamoq untuk melanjutkan ke era baru. Yup, nicamoq has left the show but the show must go on.
Seminggu setelah konser (atau lebih tepatnya gigs) terakhir BPM15Q bersama nicamoq, era baru pun dimulai. Yap, eranya CY8ER, yang kali ini mereka menyebutnya sebagai cyber tero idol. Masih digawangi oleh Ichigo Rinahamu dan kali ini dengan Koinumaru Pochi sebagai pengganti nicamoq. Awal Januari 2017, langsung merilis lagu pertama, Remix Start di soundcloud, yang seperti biasa sungguh ratjoen banget. Tak lama berselang, personilnya bertambah lagi dengan bergabungnya Mashiro. Mereka pun merilis single perdana berjudul Remix Start yang kemudian dilanjutkan dengan single kedua yang berjudul Te to Te. Video klipnya Te to Te pun juga telah dirilis di youtube.
Bagi saya pribadi, lagu-lagu CY8ER lebih terasa setsunai dibanding lagu-lagunya BPM15Q yang terasa lebih ceria. Jika disandingkan, lagunya CY8ER (baik itu Remix Start atau Te to Te) itu nuansanya seperti Good Luck-nya BPM15Q. Lebih setsunai, bukan berarti lebih jelek, tetap asik kok untuk didengarkan. Maklum, musiknya saja tetap dipegang oleh Yunomi. Oh ya, walaupun berganti nama dan personil, di tiap gigs-nya CY8ER tetap bawain lagu-lagunya BPM15Q, terutama Hakuchuumu yang sepertinya jadi lagu wajib.
Kabar terbaru, beberapa hari lalu mereka mengumumkan telah menambah tiga personil baru, jadi total member-nya sekarang ada enam orang. Ketiga personil baru itu adalah Fujishiro Anna, Yammy, dan Naatan Koromushi. Mereka semakin berkembang ya dan bikin penasaran juga bagaimana ke depannya CY8ER dengan formasi berenam ini. Tampak semakin menarik dan menjanjikan. Semoga saja nasibnya lebih bertahan lama dibanding BPM15Q.
Penutup. Apakah ada kemungkinan nicamoq kembali? Entahlah. Tapi jujur saya masih berharap nicamoq kembali bergabung walau kecil kemungkinannya. Semoga.

Monday, 17 April 2017

HBD YSR!

Bisa dibilang ini untuk pertama kalinya nulis sesuatu yang berhubungan dengan Aqours dan Love Live! Sunshine!! di blog ini. Memang sih seminggu yang lalu saya nge-post hasil wawancara Shukashuu dari majalah Seiyuu Animedia, tapi itu hasil terjemahan, bukan benar-benar asli dari dalam pikiran pribadi. Oke, kalau begitu langsung saja.
Hari ini, Senin, 17 April 2017, merupakan hari ulang tahun salah satu member Aqours, yakni Watanabe You! Jadi, pertama-tama, selamat ulang tahun You-chan! Happy birthday to You! Saya gak punya sesuatu untuk merayakannya. Jangankan altar, pernak-pernik yang berkaitan dengan You-chan saja tak punya. Oh, ada sih, ganci yang beli di Comifuro 8, itu juga sudah menggantung di tas. Apalah saya ini, hanyalah penggemar karbitan. Terus ngapain?
Semalam sesuai dugaan, begitu lewat jam 22 WIB atau jam 00 WIT, Shukashuu update blog. Langsung deh baca sambil senyam-senyum sendiri di kamar. Lalu, bikin terjemahannya dengan pace yang agak terburu-buru saking nge-hype-nya dan tensi meninggi. Kalau mau baca terjemahan blog terbaru Shukashuu, silaken langsung saja klik di sini. Selebihnya, cuma share dan atau retweet gambar di fb maupun di twit. Sudah begitu saja.
Sekalian sedikit kilas balik deh mumpung momennya pas. Jadi, mulai kapan suka atau meng-oshi-kan You-chan (dan juga Shukashuu)? Mundur ke Oktober 2015, pas Aqours rilis single perdana (Kimi no Kokoro wa Kagayaiterukai?) dan nonton video klipnya, langsung merasa tertarik dengan You-chan, tapi di satu sisi juga tertarik dengan Ruby. Tertarik tapi belum menentukan meng-oshi yang mana. Bahkan ketika single kedua (Koi ni Naritai Aquarium) yang center-nya itu You-chan dirilis, saya juga belum menentukan walau sudah lebih cenderung ke You-chan. Barulah setelah anime-nya tayang tiga episode dan juga setelah nonton acara Aqours Natsuyasumi Kagai Katsudou, saya memantabkan diri meng-oshi-kan You-chan dan juga sudah barang tentu Saitou Shuka alias Shukashuu, orang di balik You-chan. 
Alasannya? Hm... Sou da ne. I think, they (both You-chan and Shukashuu) are best girls! Entah, suka aja sih sifatnya You-chan, tampak bisa diandalkan, dan terlebih berambut pendek, serta maniak seifuku. Mungkin terkesan tampak tomboi tapi tetap ada sisi keuculan pada dirinya. Kalau Shukashuu? Ya karena saya merasa Shukashuu telah menjadi You-chan itu sendiri. Maa, suka sama dance-nya Shukashuu yang menurut saya pribadi dialah dancer terbaik di Aqours, yang ditunjang dengan tenaga yang melimpah, awet, dan tahan lama laksana baterai Alka****. Sebagai orang yang juga terjun di dunia per-dance-an (walau saya hanya di skena odottemita/dance cover), jadinya itu menjadi salah satu faktor kenapa saya suka Shuka. Faktor lainnya? Entahlah, susah untuk dijelaskan. Tapi satu yang jelas dan pasti: baik You-chan dan Shukashuu punya senyuman terbaik! Protect her smile!
Oh ya, bisa dibilang satu-satunya alasan saya suka Aqours adalah faktor You-chan/Shukashuu. Dan jujur saja, dari pertama Aqours muncul dan anime-nya Love Live! Sunshine!! tayang, saya gak terlalu hype banget. Mulai berubah sekitar akhir Februari kemarin sejak pasang poster Shukashuu dan Aqours di kamar, yang momennya bertepatan dengan konser perdana Aqours. Sejak itu, entah kenapa mulai benar-benar nge-hype sama Aqours. Telat banget yak. Pada akhirnya tenggelam lebih dalam ngidol Aqours atau lebih tepatnya ke You-chan/Shukashuu. Setelah sekian lamaaa bersikeras hanya di permukaan. Semua ini berkat You-chan dan Shukashuu! 
Karena tahu-tahu sudah panjang, langsung ke bagian penutup. Pada akhirnya, saya sudah menempatkan You-chan selevel dengan GUMI dan Mirai (Kuriyama). Waifu? Nope, saya gak pernah mengklaim suatu karakter sebagai waifu dan kurang suka dengan istilah itu. Yang jelas sudah berada pada suatu tingkatan khusus yang membedakan dengan karakter lainnya. Untuk Shukashuu, bisa dibilang sudah selevel Kin-chan. Jadi, ya begitulah. Sekian. 
HAPPY BIRTHDAY TO YOU! ZENSOKU ZENSHIN YOSORO! o7

Pic sources:
1. Aqours - Koi ni Naritai Aquarium PV
6. My facebook
7. Aqours - HAPPY PARTY TRAIN PV

Tuesday, 11 April 2017

Wawancara Saitou Shuka dalam Majalah Seiyuu Animedia Edisi Mei 2017


Terjemahan oleh Meron alias saya sendiri. Artikel asli dari majalah Seiyuu Animedia edisi Mei 2017. Sumber gambar dari Cowboy Bibimbop: https://twitter.com/cowboybibimbop.

  
[Wawancara bagian atas]
Progress
--- Setelah konser perdana, seberapa berkembang kah Aqours?
Rasa persatuan di antara kami semakin menguat. Sewaktu kami berdiri di panggung Yokohama Arena, sekali lagi aku merasa kalau kami bisa sampai sejauh ini karena kami bersembilan saling mendukung satu sama lain. Memang ada sedikit kesalahan-kesalahan, tapi kalau bukan karena dengan formasi bersembilan ini, rasanya kami gak bisa melaluinya!

Aqours
--- Pesan untuk semua anggota setelah konser perdana.
Duh, agak malu (lol). Apa ya... Karena kemarin-kemarin selama gladi banyak menghabiskan waktu bersama, begitu konser berakhir, rasanya sepi karena jarang ketemu. Sebagai yang paling muda, mungkin aku gak terlalu bisa diandalkan, tapi tolong dukung aku ya ke depannya! Aku juga akan mendukung semuanya kok!!

Release
--- Harapan buat koleksi CD duo-trio.
Aku gak nyangka dipasangkan sama (Tsushima) Yoshiko. Sampai terkejut, "Ini beneran!!" (lol). Itu berarti You & Angel. Jadi bikin penasaran, kira-kira apakah You-chan jadi angel atau malah jadi fallen angel (lol). Tapi, sepertinya mereka berdua bakal cocok di lagu apapun dan bisa mewujudkan berbagai kemungkinan. Makanya, aku benar-benar gak sabar!

Together
--- Pesan untuk para penggemar yang menantikan Aqours Next Step! Project.
Aqours yang sekarang itu menurutku sedang dalam kondisi yang tidak bisa direm, terus melaju ke berbagai macam tempat. Tanpa tahu nantinya akan sampai di tempat seperti apa, tapi aku tak sabar untuk melihat masa depan yang telah menanti. Aku ingin menyaksikan pemandangan itu bersama semuanya, karenanya dari sekarang pun mari terus melaju bersama Aqours!

Yourself
--- Setelah konser perdana, bagaimana menurutmu mengenai perkembangan diri sendiri?
Sejak pertama kali muncul bersama You-chan di depan para penggemar tahun lalu, target utamaku adalah untuk menjadi You-chan itu sendiri. Menurutku, itu sudah berhasil kuwujudkan di konser perdana. Tapi itu belum selesai. Aku percaya diri sih, tapi seharusnya masih bisa lebih lebih berkembang lagi, karena itu aku ingin lebih berusaha lagi!

[Tulisan di kanan foto]

Waktu konser, aku telah menjadi You-chan sampai-sampai lupa menyebut nama sendiri!

[Wawancara bagian bawah]

Tulisan paling kanan: Lebih fokus pada lagu tim kelas 2 yang menjadi pembentuk alur konser.

--- Sewaktu encore hari kedua, pas berlari sekuat tenaga ke tengah panggung dengan senyum luar biasa mengembang itu terasa sangat berkesan.
Selama dua hari itu konser yang luar biasa sampai rasanya ingin teriak, "MENYENANGKAN!!", sekencang-kencangnya! Selama konser, aku benar-benar menjadi (Watanabe) You-chan dan berkat itu waktu ngasih salam di hari pertama, aku sampai kelupaan nyebut nama dan panggilanku sendiri (lol).

--- Segala perasaan tercurahkan ya. Jadi, apa tidak merasa tegang?
Bukan begitu. Di lagu pertama, begitu lifter-nya naik, rasanya deg-degan banget. Itu kalau aku gak gigit bibir bawahku, mungkin aku sudah nangis. Tapi, pasi lihat ke atas, ada video perkenalan anggota Aqours yang sedang diputar. Aku ingat pas lihat video itu aku merasa, "Harus berjuang bersama mereka!".

--- Rasa tegang langsung hilang saat itu juga?
Hilang begitu lihat wajah-wajah para penggemar. Rasanya lega begitu tahu ada segini banyaknya orang yang mendukung kami. Lalu, rasa khawatir maupun rasa tegang pun sirna, aku merasa kalau kami harus menikmati ini, tidak bisa tidak! Kalau kami tak menikmati ini, kami tak bisa membuat senang para penggemar kami! Aku pun menyalakan saklar yang ada dalam diriku. Untuk selanjutnya, aku gak terlalu ingat (lol). Kira-kira sebegitu menyenangkannya!

--- Tapi kan, di lagu kedua tiba-tiba lagu yang center-nya You-chan, Koi ni Naritai Aquarium. Pasti merasa ada tekanan seperti itu kan?
Karena lagu pertama itu Aozora Jumping Heart yang banyak gerakan intens, jadi pertama-tama agak susah ngatur napas. Tapi begitu lagu ini diputar, semua lightstick langsung jadi menyatu warna biru. Jadi terharu lihat itu. Semuanya sedang mendukung You-chan. Itu yang kira-kira aku tangkap, sewaktu menyanyi pun, rasanya seperti berada di tengah laut sungguhan. Aku sambil mikir, "Duh, kalau dibeginiin sih, aku jadi mau nangis". (lol)

--- Setelah itu sampai lagu kedelapan, muncul terus-terusan tanpa jeda.
Di bagian pertama, yang membuatku terkesan itu lagu yang dinyanyikan tim kelas 2, yakni Kimeta yo Hand in Hand dan Daisuki dattara Daijoubu! Dalam daftar lagu kali ini itu membentuk alur seperti kisah di anime-nya. Dua lagu ini merupakan lagu yang menjadi langkah awal memulai kegiatan school idol saat masih bertiga. Karena itu, jadi ada rasa tanggung jawab, kalau ini gak ditampilkan dengan baik, akan mengacaukan bagian yang selanjutnya. Aku pun jadi menyanyi dengan lebih terfokus.

--- Dalam artian secara keselesaran, alur dari Mijuku Dreamer ke Omoi yo Hitotsu ni Nare pada dasarnya memang bagus.
Ya karena ceritanya setelah terkumpul bersembilan di Mijuku Dreamer, You-chan dan (Sakurauchi) Riko-chan sama-sama melepaskan diri dari "cangkang" masing-masing. Di konser kemarin, di tengah-tengah Omoi yo Hitotsu ni Nare, ada adegan You-chan memandangi Riko-chan yang membangkitkan berbagai kenangan yang hampir membuatku menangis. Tapi, menurutku bukan sekedar terharu, melainkan juga ada rasa kalau aku harus semangat nari dan nyanyinya karena melihat Riko-chan yang sedang berusaha! Maka dari itu, aku menyanyikan dua lagu ini dengan berbagai perasaan.

--- Lalu, single ketiga Aqours juga telah dirilis. Tolong beri tahu sisi menarik dari single terbaru!
Di lagu ini, selain ada rasa senang menaiki kereta kebahagiaan, juga terasa ada sedikit kesedihan di dalamnya, lalu juga tergambar pahit manisnya proses perkembangan anggota Aqours. Jadi, kesan pertamaku adalah ini lagu yang ajaib. Tapi justru karena itulah, saat mendengarkannya kita bisa menemukan sesuatu di sana dan membuat kita ingin mendengarkannya berkali-kali. Jadi, kuharap semuanya juga mendengarkan lagu ini berulang-ulang dan kembangkan imajinasi kalian untuk menginterpretasikan lagu ini!

[Member Profile]
You Watanabe
Kelas 2 SMA Perempuan Uranohoshi. Sangat ahli lompat indah. Di sekolah tergabung dalam klub renang dan school idol. Selalu mendukung Chika, teman sejak kecilnya, dan sosok yang bisa diandalkan. Penanggung jawab kostum Aqours. 


Profil Saitou Shuka
Golongan darah A. Peran penting antara lain dalam game Uchi no Hime-sama ga Ichiban Kawaii sebagai Amaterasu. Tergabung dalam Holy Peak Agency.

Tuesday, 29 September 2015

Demi Si Mbak!

Meng-update kembali blog ini setelah hampir tiga bulan terbengkalai. Masih dalam suasana gagal move on dari apa yang dialami saat berkelana ke Jakarta akhir pekan kemarin. Akhir pekan kemarin? Yes, tepatnya saat AFAID15 hari kedua. Sebagaimana tahun 2013 dan 2014, di tahun ini pun saya hadir ke AFAID tapi hanya hari kedua (Sabtu, 20150926), tidak tiga hari penuh seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain karena memang dana terbatas, juga karena hanya mengincar nonton mbak nagi. 
Perjalanan dimulai hari Jumat, 20150925. Saat hari keberangkatan yang dinantikan ini tiba saya pun berkata, "tsui ni kono hi ga kita wa ne." Berangkat naik Tawang Jaya jam 1400 dari Stasiun Poncol bersama Nohara, imoutov, dan Yuurei. Selama perjalanan sempat diisi dengan pokeran beberapa jam sampai dilihatin anak kecil di kursi sebelah. Sampai di Stasiun Pasar Senen, Jakarta sudah jam 2100 lebih alias telat sekitar setengah jam. Kemudian, saya dan Nohara menginap di kos Baginda, sedangkan imoutov dan Yuurei di kosnya Erin.
Sabtu, 20150926, hari bersejarah itu datang juga, sekali lagi, "tsui ni kono hi ga kita wa ne." Berangkat pagi sekitar jam 0630 naik KRL dari Stasiun Kalibata menuju Stasiun Rajawali. Lalu dilanjut naik mikrolet dan sekitar jam 0800 tibalah di Jakarta International Expo (JIExpo) tempat terselenggaranya AFAID15. Langsung antri tukar tiket. Saat antri ketemu comrade Whoozah, terjadilah kembali pertemuan kelas berat karena badannya berat-berat semua. Setelah itu, barulah antri buat masuk yang mana antriannya sudah panjang sekali.
Barulah sekitar pukul 0950 bisa masuk ke exhib hall AFAID15. Ada satu peraturan yang agak gak mengenakkan tahun ini, yakni pengunjung hanya boleh bawa masuk minuman bermerk So*ro, selain itu dilarang masuk. Dan pada praktiknya, jangankan minuman merk lain, air putih yang ditaruh di gembes (tumblr) bawa sendiri saja disuruh buang atau dihabisin dulu kalau mau masuk. Alhasil, air putih yang saya bawa pun langsung saya minum habis sebelum masuk gerbang. Sponsore surem, wagu, marai rempong ding.
Setelah berhasil masuk ke dalam, tujuan pertama adalah AFA Shop untuk beli titipannya Morin berupa iphone case dan cosmetic pouch Miku. Sebenarnya pingin beli photobook mbak nagi tapi lihat harganya yang Rp 380.000,- saya langsung nyerah. Selesai di AFA Shop, barulah muter-muter, tak lupa ke deretan creator hub beli beberapa barang, terutama CD album baru crafTuner, Azuressence. Juga ke salah satu booth ambil titipannya Morin. Secara keseluruhan dari pengamatan saya, creator hub tahun ini kurang variatif karena hampir didominasi oleh tiga fandom: LL, kapal, dan pedang. Kondisi exhib hall hari kedua itu sungguh ramai sekali, bikin sulit bergerak. Saking ramainya, saya sampai malas mau foto-foto cosplayer.
Sekitar jam 1300 ada sesi DJ Kazu di booth Sony. Gak bisa merangsek ke depan karena sudah ramai. Namun, walau ramai orang tapi reaksinya kurang ramai. Hal ini karena kalau saya lihat di bagian depan tidak ada orang-orang yang biasanya jadi frontliner Tim Perusuh Booth Sony. Saya hanya melihat Dhan dan Tiruvee di depan. Habis itu sempat ngobrol-ngobrol sebentar sama Dhan dan Tiruvee.
Sekitar jam 1330, mampir lihat-lihat ke booth EXIT TUNES. Sebelumnya sudah sempat ke situ dan galau mau beli CD apa gak. Pas mampir lagi kebetulan ada Majiko dan Mikito-P di sana dan kondisinya sepi. Salah seorang staff menunjuk-nunjuk CD-nya Majiko yang Contrast seolah-olah tahu saya pingin beli itu. Pertahanan saya pun jebol. Beli album Contrast-nya Majiko dan gak ngira langsung dikasih tanda tangan oleh Majiko saat itu juga. Padahal di situ tulisannya sesi tanda tangan baru dimulai jam 1630. Tak lupa salaman dan sedikit ngobrol basa-basi. Lalu iseng minta foto ternyata dibolehin. Niat hati hanya ingin nge-foto Majiko seorang, staff-nya malah nyuruh two-shot sama Majiko, dan saya pun grogi. 
Kemudian, karena di situ ada Mikito-P sekalian deh minta tanda tangannya (maruk banget yak). Setelah itu saya bahagia dan merasa bersyukur bisa bahasa Jepang karena jadi bisa ngobrol (walau basa-basi) sama Majiko, Mikito-P, dan beberapa staff EXIT TUNES. Oh, btw, Majiko yang asli lebih imut dan lucu daripada kalau lihat di foto/videonya, serius. Ditambah potongan rambutnya yang nge-bob itu. Orangnya juga agak malu-malu kalem gimana gitu.
Pas muter-muter exhib lagi, datanglah Jem dan jumpa lagi setelah tujuh bulan ini Jem berkelana di Garut. Tak berselang lama, saya dan Nohara pun menuju stage demi melihat sesi talkshow bersama para bintang tamu konser I♥Anisong, termasuk mbak nagi. Sesi talkshow yang sangat sebentar, tapi lumayan lah karena bila lihat langsung mbak nagi pertama kalinya dalam hidup. Mbak nagi beneran pendek, gak hanya rambutnya tapi juga badannya.
Kembali ke exhib, menuju mini-stage karena ada penampilan dari Mikito-P dan Majiko persembahan spesial dari EXIT TUNES. Waktu menunjuk sekitar pukul 1530. Untung bisa dapat tempat yang agak depan dekat panggung. Dibuka dengan Mikito-P yang menyanyikan tiga lagu, yakni Sarishinohara, Shinzo Democracy, dan Akai Ito, sambil menggenjreng gitar. Setelah itu, giliran Majiko yang pertama menyanyikan Hitorinbo Envy (koyori), lalu disusul Karakuri Pierrot (40mP), dan kayaknya ada satu lagu lagi tapi saya lupa apa. Kemudian, dilanjut dengan duet Mikito-P dan Majiko. Mikito-P nggenjreng gitar, Majiko nyanyi. Yang pertama lagu Setagaya Night Safari lalu ditutup dengan Klub Arisan 1 2 alias 1, 2, Fun Club.  
 
Duet keduanya menciptakan kombinasi yang menarik. Mikito-P yang menggalau-gimana-gitu tapi tetap enerjik nggenjreng gitar dan Majiko yang perform-nya beneran asik. Majiko yang tampak malu-malu ketika nyanyi bisa jadi enerjik, meliuk-liuk di beberapa lagu, pindah-pindah ke kiri dan kanan, dan suaranya sungguh mantab. Overall, paling asik waktu mereka bawain 1, 2, Fun Club. Bener-bener ngangkat.
Sekitar jam 1700, langsung menuju depan stage untuk antri sesi konser. Antrian sudah panjang. Selain ngantri sama Nohara, juga sama Whoozah dan juga Erin yang ber-cosplay sebagai Shibuya Rin. Pas ngantri ini akhirnya sempat ketemu dan ngobrol sebentar sama comrade Marcel dan ABA sesama TeamMbakNagi. Sayangnya gak bisa nonton bareng mereka.
Setelah antri dua jam lebih, akhirnya sekitar jam 1910 bisa masuk ke area konser bagian GA. Konser pun dimulai sekitar jam 1930 lebih sedikit, dibuka oleh Lisa. Sebenarnya saya sudah gak ngikutin lagu-lagunya Lisa pasca Girls Dead Monster. Total bawain delapan lagu di mana salah satunya adalah Ichiban no Takaramono. Selain itu, yang saya ingat judulnya adalah Raising Heart dan Merry Go Round. Saya nontonnya dengan mode simpan energi buat si mbak.
Lisa usai, berganti dengan DJ Kazu. Membawakan remix medley berbagai lagu anisong. Gak seperti biasanya, kali ini DJ Kazu agak lumayan bawain lagu yang aneh-aneh. Saya memilih nonton dengan santai, hanya agak heboh bereaksi di beberapa lagu. Satu hal yang saya agak kecewa dari reaksi penonton adalah saat DJ Kazu muter lagu Jojo ~Sono Chi no Sadame~. Hampir gak ada yang bereaksi dengan lagu itu (setidaknya di sekitar saya), pada gak tahu lagu itu? Tolonglah. Sementara itu, saya heboh sendiri waktu lagu itu diputer. DJ Kazu berakhir, saya memilih agak mundur biar panggungnya kelihatan karena sebelumnya hampir selalu ketutupan orang di depan yang tak kalah tingginya. 
Tibalah saat yang dinanti-nantikan, yakni mbak nagi. Inilah alasan terbesar saya untuk datang ke AFAID15. Saya kira bakal dibuka dengan Vidro Moyou tapi ternyata dibuka dengan Yukitoki. Seketika saya bersemangat sampai loncat-loncat karena saatnya untuk mengerahkan segala tenaga. Disambung dengan lagu yang paling baru, Harumodoki. Setelah itu, masuk sesi MC di mana mbak nagi memperkenalkan diri dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata. Sesi MC yang singkat karena mbak nagi gak banyak ngomong. Lanjut dengan Tokohana. Mulai lagu ini reaksi penonton mulai menurun begitu seterusnya hingga sesi si mbak usai. Setelah Tokohana, berturut-turut mbak nagi membawakan Zoetrope dan Laterality. Benar-benar lima lagu yang menguras tenaga karena berturut-turut digeber lagu yang powerful.
Usai Laterality, masuk sesi MC, kemudian dilanjut dengan lagu-lagu yang cenderung slow. Ada Aquaterarium dan saya pun ikut "hi hi hi hi hi" mengikuti lagunya. Selanjutnya ada Mitsuba no Musubime, tentu saja saya turut berteriak, "Musundeeeee." Akhirnya tibalah di lagu terakhir, ditutup dengan sempurna lewat Vidro Moyou. HYPE TO THE MAX!! Ini, ini yang paling saya tunggu-tunggu. Dari semua lagu-lagu si mbak era major label, Vidro Moyou tetap lagu favorit dan paling berkesan. Sepanjang lagu saya pun ikut nyanyi karena memang hampir hafal semua liriknya. Tak lupa ikut jingkrak-jingkarak bertepuk tangan di awal lagu dan melambaikan tangan saat reff.
Sungguh luar biasa! Benar-benar puas! Penantian panjang selama enam tahun, terhitung sejak pertama nge-fans si mbak jaman Kimi no Shiranai Monogatari, berakhir sudah. Akhirnya bisa nonton konsernya si mbak secara langsung. Sungguh menguras emosi dan energi. Suaranya mbak nagi sungguh memang luar biasa merdu. Waktu di panggung juga cukup enerjik, lompat-lompat, pindah ke kanan ke kiri. Teringat zaman dulu betapa susahnya mencari foto wajahnya si mbak. Kalau pun ada foto/videonya, cuman tampak samping atau belakang, pun dari depan wajahnya ditutupi, tapi itupun sudah bisa bikin hype bareng para comrade. Nonton konsernya langsung dulu hanya seperti mengharap suatu hil yang mustahal. Tapi akhirnya harapan itu terkabul kemarin Sabtu bisa nonton si mbak langsung dengan mata kepala sendiri. Terharu dan bahagia. Lengkap sudah rasanya. Oh, pas sesi MC, mbak nagi berkata tahun depan ingin kembali lagi ke Indonesia. Semoga saja hal itu terwujud. Amin.
Setelah mbak nagi selesai, saya pun langsung mundur, keluar, dan pulang ke kosnya Baginda. Sudah terlalu capek dan memang gak berminat nonton fripSide. Pulang ke Semarang hari Minggu, 20150927, kembali dengan Tawang Jaya jam 2300. Perjalanan pun berakhir.
Epilog. Benar-benar puas nonton mbak nagi. Ditambah bertemu Majiko dan Mikito-P. Mengenai AFAID15, not bad lah. Hall yang dipakai ternyata lebih besar dari perkiraan tapi karena booth dan pengunjungnya terlalu banyak jadinya tetap susah gerak. Akses transportasinya pun ternyata tidak sesusah kata orang-orang. Sangat gampang dijangkau malah karena bisa dengan KRL, Trans Jakarta, mikrolet, ataupun bajaj. Pilihan acara hiburannya pun makin variatif. Yang paling saya sayangkan adalah kebijakan sponsor yang terlalu berlebihan dengan melarang masuk segala air minum apapun itu kecuali bermerk So*ro. Banyak air minum yang terbuang percuma di depan gerbang. Untuk tahun depan, lebih berharap AFAID kembali ke JCC. Apakah saya akan datang lagi? Entahlah, tergantung bintang tamunya. Secara karena sudah nonton mbak nagi, saya sudah tidak terlalu mengharap yang lainnya.
Foto loots sebagai penutup (yang ijo-kuning di kanan foto titipannya Morin):

Tuesday, 30 June 2015

Sebuah Kilas Balik: Lima Tahun Love Live! Proyek Idola Sekolah

Hari ini, Selasa, 20150630, atau yang bertepatan dengan 13 Ramadhan 1436 H, merupakan tepat lima tahun sejak sebuah proyek idola sekolahan, Love Live! School Idol Project pertama kali diluncurkan. Ya bisa dibilang hari ulang tahunnya Love Live!. Melalui postingan ini saya sekedar ingin melakukan kilas balik selama lima tahun ini mengenal dan menggemari Love Live!.
Pertama kali tahu dan mendengar nama Love Live! itu sejak sekitar bulan puasa (Agustus) tahun 2010. Saya tahu dari membaca sebuah info kecil di scan-scanan majalah Newtype. Cukup penasaran juga setelah baca info itu dan seperti ada daya tarik tersendiri. Penasaran itu sebenarnya apa? Sebuah anime kah? Ataukah sebuah proyek idola dua dimensi kolaborasi Sunrise, Dengeki, dan Lantis? Rasa penasaran itu sedikit terjawab sebulan kemudian, setelah lebaran alias pertengahan September 2010. Pertama kalinya saya mengunduh, menonton, mendengarkan single pertama mereka berjudul Bokura no LIVE Kimi to no LIFE. Sebuah single yang sebenarnya telah dirilis sebulan sebelumnya pada ajang Comiket, 20100813. Waktu itu mereka belum memakai nama μ's seperti sekarang, tetapi masih dengan nama Love Live!. Kesan pertama saya waktu itu terhadap Love Live! ini, "AKB48 banget!". Yap, mengenai kesan pertama itu sudah pernah saya tulis di postingan ini.
Setelah itu, bisa dibilang saya suka lagunya, cukup excited menanti lagu-lagu selanjutnya, tapi merasa impact-nya belum terlalu terasa. Barulah titik balik dalam menggemari Love Live! terjadi setelah Snow halation, yang merupakan single kedua mereka. Snow halation kalau tidak salah dirilis sekitar Natal 2010. Saya sendiri baru mengunduh, mendengar, dan menonton Snow halation pada Januari/Februari 2011. Barulah impact-nya terasa pada diri saya. Yang, jika saya memakai istilah pada postingan terdahulu, membuat saya jadi sangat gandrung pada Love Live!. Di sini mereka sudah memakai nama μ's. Sampai sekarang pun bagi saya Snow halation tetap lagu yang terbaik dan terfavorit karena meninggalkan kesan mendalam. Sejak saat itu jugalah, saya menetapkan diri untuk menjadi Nico-oshi.
Saking gandrungnya, pada hari Minggu, 20110220, saya membuat postingan mengenai Love Live! di blog ini serta mencari-cari lebih banyak info mengenai mereka. Sebuah postingan yang ala kadarnya. Pada waktu itu, sungguh susah sekali mencari info mengenai mereka. Mencari gambar mereka di google pun sama susahnya. Mungkin saking susahnya mencari info, pada tahun 2011 saya menemukan sebuah thread tentang Love Live! di suatu forum 48-an yang memakai postingan di blog ini sebagai referensinya. Bahkan, pada zaman itu kalau cari info di google, postingan saya pun muncul di halaman pertama. Selama tahun 2011 sendiri, μ's merilis masing-masing sebuah single sub-unit: Printemps dengan Love Marginal, BiBi dengan Diamond Princess no Yuutsu, Lilywhite dengan Shiranai Love Oshiete Love, serta merilis single ketiga mereka berjudul Natsuito Egao de 1,2, Jump! dengan Nico sebagai center. Mengenai single ketiga juga pernah saya tulis di postingan ini.
Menjadi seorang penggemar Love Live! alias μ's pada periode 2010-2011 itu sungguh sesuatu, sungguh hipster, gak umum, underrated. Umumnya pada waktu itu orang akan memilih ngidol ke 48, seperti halnya juga saya yang pada 2010 pun mendengarkan sedikit 48. Atau untuk orang yang memilih 2D idol, umumnya akan lebih memilih The Idolmaster. Tapi saya malah bisa-bisanya terpukau dengan μ's. Sekitar seminggu lalu, waktu ngobrol dengan Nohara sedikit menyinggung Love Live! ini, saya ngakak waktu mengenang zaman-zaman itu yang terasa hipster sekali ngidol Love Live! jika dibandingkan kondisinya sekarang. Cari infonya saja susah, apalagi cari orang yang suka. Jangankan suka, tahu saja tidak. Paling waktu itu saya agak bisa mengobrol dengan dua komraden dari kaskus, Omega dan Minoru, lewat blog masing-masing. Di dunia nyata ya paling ngobrolnya sama Nohara. Sampai-sampai pernah iseng ngobrol untuk ngaver dance-nya μ's atau sekedar berharap di event jejepangan ada yang ngaver μ's. Sesuatu yang hampir mustahil karena event jejepangan waktu itu lebih didominasi joged-joged Korea Selatan.
Memasuki tahun 2012, μ's merilis single keempat berjudul Mogyutto Love de Sekkinchuu pada Februari 2012. Lalu pada September 2012, merilis single kelima berjudul Wonderful Rush. Di tahun itu, saya masih suka dan menikmati lagunya μ's tapi gairahnya sedikit berkurang karena kalah dengan hingar bingar skena idola lokal, JKT48. Lebih tepatnya hingar bingar dari dalam diri saya dan sekitar saya. Bahkan saya sampai melewatkan single solo dari beberapa member μ's. Namun, saya tetap antusias waktu tahu Love Live! akan diadaptasi jadi anime pada 2013. Pada pertengahan tahun 2012 (Agustus/September) mulai muncul sebuah grup di fb bernama Love Live! School Idol Project Indonesian Nakama atau singkatnya LLID. Saya pun turut ditarik masuk ke grup itu walau saya gak terlalu aktif juga di situ sampai sekarang.
Januari 2013, tayanglah anime dari Love Live! dan tentu saya menontonnya dengan penuh antusias. Akhirnya gairah kegandrungan saya terharap μ's telah kembali sepenuhnya. Mulai menghafal lagi nama-nama member μ's dan seiyuu-nya, mendengarkan best album-nya, serta menonton versi bajakan konser pertama mereka yang berlangsung pada Februari 2012, yang meninggalkan kesan mendalam. Kembalinya antusiasme serta gairah ini turut ditunjang dengan mulai bosannya saya dengan 48-an serta merasa inilah dunia saya. Di bulan Juni 2013, akhirnya saya bersama BRK13 kesampaian mengaver Snow halation walau hanya berlima. Akhirnya? Ya, akhirnya setelah dua tahun sebelumnya hanya iseng-iseng ngobrol dengan Nohara. Di Indonesia secara umum pada waktu itu sepertinya belum bermunculan tim-tim pengaver μ's. Apakah itu artinya BRK13 yang pertama? Entahlah.
Mengenai perkembangan Love Live! antara 2013-2015 bisa dibilang sangat berkembang pesat. Di tahun 2013 selain muncul anime-nya juga muncul berbagai single yang berkaitan dengan anime-nya, kemudian muncul juga game-nya Love Live! School Idol Festival, konser ketiga, sousenkyo untuk single keenam yang berjudul Music S.T.A.R.T, serta berbagai seabrek barang-barang yang tidak bisa saya sebutkan di sini. Jumlah penggemarnya, yang kemudian disebut Love Liver, pun bertambah drastis. Di tahun 2014 diawali dengan konser keempat di Saitama Super Arena (SSA) yang jelas legendaris selama dua hari pada 8-9 Februari 2014. 
Lalu tayang anime season kedua pada musim semi 2014 yang tentu saja disusul dengan berbagai single yang berkaitan dengan anime-nya. Barang-barang lainnya? Tentu saja tambah seabrek. Tapi, jujur saja sejak season dua, entah kenapa lagu-lagunya tidak memiliki impact yang wah seperti yang dulu-dulu. Bisa dibilang lagu-lagunya agak biasa hingga kurang membuat terkesan. Bukan berarti jelek sih. Memasuki tahun 2015 dibuka dengan konser kelima kembali di SSA pada 31 Januari - 1 Februari 2015. Sebuah konser yang luar biasa. Di tahun ini pun anime-nya juga diangkat ke layar lebar dengan tajuk Love Live! School Idol Movie yang sudah tayang di Jepang sejak 13 Juni 2015. Dalam rentang waktu 2013-2015 ini pun berbagai penghargaan berhasil disabet seperti misalnya Golden Disc. Filmnya pun sejauh ini sudah tiga minggu beruntun merajai box office Jepang. Dalam rentang waktu ini pula, para member μ's mulai bersolo karir.
Di Indonesia sendiri jumlah Love Liver pun turut berkembang pesat sejak 2013. Semakin banyak juga cosplayer-cosplayer yang meng-cosplay-kan Love Live! serta membentuk tim-tim yang turut mengaver lagu-lagunya. Saat AFAID13 juga diadakan pemutaran episode perdana anime-nya season pertama. Turut hadir pula Nitta Emi a.k.a Emitsun selaku pengisi suara Honoka. Saat konser kelima berlangsung pun, Indonesia (baca: Jakarta) turut kebagian acara live viewing di dalam bioskop. Saya pun tak melewatkan kesempatan itu dengan turut menonton live viewing walaupun hanya yang hari kedua. 
Tiketnya cukup mahal (Rp 200.000/hari dan belum termasuk tiket sepur Semarang-Jakarta PP) tapi itu sangat worth karena walau hanya berupa live viewing tapi nuansanya, keramaiannya pun tak kalah, dan paling penting bisa nonton secara legal sehingga menimbulkan kesan mendalam. Tanggal 21 Oktober 2015 nanti, Indonesia (baca: kemungkinan besar Jakarta) pun akan kebagian jatah pemutaran Love Live! School Idol Movie di bioskop.
Bagaimana perkembangannya di Semarang khususnya? Cukup suram seperti biasa. Di sini mulai ramai atau mulai banyak yang mengetahui Love Live! baru setahun terakhir. Sepertinya sih imbas munculnya Love Live! SIF versi English yang kemudian banyak dimainkan dan dari situ mulai pada nonton anime-nya. Saya gak main SIF sih karena gak punya telepon pintar. Baru di tahun inilah mulai banyak bermunculan cosplayer-cosplayer yang meng-cosplay-kan member-member μ's. Padahal Neko telah memulai ber-cosplay μ's sejak 2013 sebagai Nico versi Snow halation. Pengaruh Love Live! di skena dance cover sini? Cukup satu kata: suram. Walaupun mulai ada yang mengaver lagunya μ's. Love Liver Semarang sepertinya memang malu-malu.
Karena tiba-tiba tulisannya sudah sangat panjang, langsung saja masuk bagian terakhir. Menjadi seorang penggemar Love Live! selama hampir lima tahun ini sungguh berkesan bagi saya. Hal ini terutama karena saya seperti bisa melihat perkembangan mereka benar-benar dari awal yang bukan siapa-siapa menjadi fenomenal seperti sekarang ini. Sungguh perkembangan yang luar biasa. Sesuatu yang dua tahun lalu saya tidak mengira μ's bisa seperti ini. Memasuki tahun keenam, kisah Love Live! sepertinya belum akan berakhir. Hal ini seiring telah diumumkannya proyek baru bagi μ's. Belum tahu berupa apa. Love Live! Sunshine pun telah diluncurkan dengan sebuah idol group baru bernama Aqours yang akan merilis single perdana pada Oktober nanti. Harapan saya pribadi untuk tahun keenam ini, semoga akan ada single ketujuh dengan sistem sousenkyo seperti sedia kala. Selain itu, semoga saya bisa nonton Love Live! School Idol Movie pada 21 Oktober nanti. Dan semoga di masa depan saya bisa nonton konsernya/perform-nya secara langsung. Amin. 
Happy 5th anniversary, Love Live! Terima kasih atas lima tahun ini.

Friday, 26 June 2015

Sebuah Kilas Balik: Happy 6th Anniversary, GUMI-chan!

Hari ini, Jumat, 20150626, atau yang bertepatan dengan 9 Ramadhan 1436 H, merupakan hari ulang tahun keenam GUMI. Sebagai orang yang sangat menyukai GUMI, tentu saja saya turut merayakannya dengan cara saya sendiri. Melalui postingan ini, saya sekedar ingin kilas balik dari masa-masa awal tahu GUMI hingga sekarang atau dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi sangat menyukainya.
Sudah dengar nama Megpoid GUMI sejak sekitar beberapa bulan setelah kemunculannya di tahun 2009. Waktu itu tahunya baru sebatas bahwa GUMI dibuat dengan suara berasal dari Nakajima Megumi dengan desain karakter didasarkan pada Ranka Lee (Macross F; diisi oleh Nakajima Megumi). Pada waktu itu, saya baru setahun menyelami dunia per-vocaloid-an dan bisa dibilang masih seorang Miku-oshi. Kemudian, barulah di akhir bulan Desember 2009, saya mencoba beberapa lagunya GUMI hasil meng-copy dari Nohara. Agak lupa apa saja, tapi yang jelas yang pertama kali saya dengarkan adalah lagu berjudul Miracle∞Gumiracle, sebuah lagu kaveran dari Touhou.
Impresi pertama saya pada waktu itu, suaranya natural sekali. Sampai sekarang pun, saya masih setuju dengan impresi pertama tersebut (bagian ini ditulis sembari mendengarkan kembali Miracle∞Gumiracle). Bisa dibilang, walau masih memakai teknologi V2 (Vocaloid 2), lagu ini tetap saya anggap sebagai yang paling natural bahkan dibandingkan lagu-lagu era GUMI V3 (Vocaloid 3).
Jujur saja, sampai awal tahun 2010 masih sedikit lagu GUMI yang bagus. Hal inilah yang membuat saya waktu itu belum sepenuhnya tertarik dengan GUMI. Barulah pada pertengahan 2010, nasibnya berubah drastis berkat DECO*27 lewat dua lagu legendaris: Mozaik Role dan Yowamushi Mont Blanc, yang kemudian masuk dalam mini-album Paloverel World (Juli 2010). 
Kebetulan pada waktu itu saya sedang suka-sukanya dengan album pertama DECO*27, Souaisei Riron, yang masih memakai Miku. Tentu saja saya turut antusias dengan Paloverel World yang isinya semuanya GUMI. Impresi saya terhadap GUMI pun semakin mendalam dan merasa inilah vocaloid dengan suara paling manusiawi terutama jika dibandingkan produk-produknya Crypton (Miku dkk). Apakah saya sudah oshi-hen dari Miku ke GUMI? Belum. Sampai awal 2011 pun saya masih seorang Miku-oshi walaupun perlahan mulai sering tertarik mendengarkan lagunya GUMI.
Masuk ke tahun 2011, suatu tahun yang merubah segalanya. Sekitar Februari/Maret 2011, muncullah album EXIT TUNES PRESENTS GUMism from Megpoid, sepertinya pada waktu itu pertama kali ada full album kompilasi yang isinya GUMI semua. 
Ternyata album ini meninggalkan kesan mendalam. Musik-musik yang bagus dipadu dengan suaranya GUMI yang terkesan natural dan hnnnggghhh sekali. Kemudian, kurang lebihnya berkat album inilah saya mulai oshi-hen dari Miku ke GUMI. Di satu sisi, waktu itu secara sadar atau tidak, rupa-rupanya video-video vocaloid di komputer pun hampir sebagian besar sudah lagu-lagunya GUMI. Faktor lain yang juga mempengaruhi yakni Rinami yang meng-cosplay-kan GUMI versi Sleep Sky Walk. Pernah saya singgung di postingan ini.
Paruh akhir 2011 (Agustus-Desember), masuklah ke sebuah babak/level baru dalam menyukai GUMI. Di periode itulah saya mulai berkenalan dengan ilustrasi-ilustrasi karyanya Tama. Dimulai pada Agustus 2011 lewat dua video lagu Shiryoku Kensa (40mP) dan Tropical Summer (Dios/Signal-P). Dari situlah saya merasa bahwa GUMI versinya Tama itu imut sekali (kemudian saya baru tahu kalau Aitai [Dios/Signal-P] itu juga digambar Tama). Sampai akhir 2011, berkenalan juga dengan karya-karya Tama lainnya dalam video lagu Nankai Renai (Takanon), Aa Subarashiki Nyansei (Nem), dan Countdown (Dios/Signal-P). Khusus untuk Nankai Renai, sampai sekarang tetap menjadi versi GUMI yang paling saya suka, yang terbaik, dan paling hnnnggghhh lah. Sejak itulah, saya telah sepenuhnya menyukai GUMI.
Sejak tahun 2012, saya semakin pemilih/selektif dalam mendengarkan lagu-lagu vocaloid. Ada kecenderungan saya hanya akan mendengarkan kalau lagu itu ciptaan voca-p favorit dan terutama kalau itu lagunya GUMI. Suatu kecenderungan yang masih berlangsung hingga sekarang. Jadi ya maaf kalau ada yang ngajak saya bicara soal beberapa lagu voca-p terkenal, apalagi gak pakai GUMI, yang saya malah gak mudeng (contoh kasus: Jin lewat seri Kagerou Project dengan IA sebagai vokal).
Masa-masa 2012 sampai sekarang merupakan tahap di mana saya mulai berani mengeluarkan sejumlah uang untuk hal-hal berkaitan dengan GUMI. Jumlahnya tak seberapa sih tapi jika ditotal nominal semuanya tetap saja banyak. Dengan kondisi keuangan pas-pasan, hanya beli yang sekiranya mampu dibeli. Sejauh ini antara lain, nendoroid, majalah COMIC@LOID vol 1, 2, 4, 5, kaos, beberapa gantungan kunci, pin, strap hape, Official Fanbook Megpoid, serta beberapa poster cetak sendiri. Sampai sekarang saya malah belum pernah beli CD album orisinalnya. Selain itu, juga pernah membelikan satu set kostum Clap Hip Cherry (minus sepatu) untuk imoutov. Beberapa benda yang tersebut tadi, saya taruh/ditata di suatu sudut kamar hingga membentuk semacam altar GUMI kecil-kecilan.
Mengenai perkembangan dari GUMI sendiri, terutama untuk periode 2014-2015, menurut saya agak menurun. Entah kenapa semakin jarang ada lagu yang bagus, walau sepertinya ini berlaku untuk skena vocaloid secara umum sih. Tapi memang demikian adanya. Lalu, salah satu problematika sebagai penggemar GUMI dalam beberapa tahun terakhir, kalau pun ada lagu bagus, biasanya di video klipnya tidak menampilkan karakter GUMI tapi digantikan karakter original disesuaikan dengan ceritanya. Inilah yang semakin membuat saya merasa kurang asupan GUMI akhir-akhir ini. GUMI needs more love. Di sisi lain, beberapa lagu GUMI mulai diadaptasi ke bentuk lain. Umumnya berupa komik, antara lain Shiryoku Kensa (40mP), Mozaik Role (DECO*27), dsb. Ada juga yang telah diadaptasi menjadi anime yakni seri Mikagura Gakuen Kumikyoku (Last Note.). Diangkat ke film layar lebar? Ada, yakni Noushou Sakuretsu Girl (Rerulili). Tak ketinggalan juga pengadaptasian ke bentuk novel seperti Juumensou (YM) dll. Yah, walaupun beberapa yang diadaptasi itu tidak menampilkan GUMI sebagai tokoh utama.
Karena tahu-tahu sudah terlalu panjang, langsung saja saya tulis bagian akhir. Di hari ulang tahun ke-6 ini saya tidak merayakannya secara wah seperti tahun 2013-2014 karena tiada uang (ada sih tapi disimpan untuk nonton mbak nagi) terlebih lagi tahun ini bertepatan dengan puasa. Merayakan secara wah dalam artian sampai beli kue tart, merayakan bersama imoutov yang berperan sebagai GUMI, tiup lilin, foto-foto, dan makan kue tart. Jadinya tahun ini sederhana saja, nulis ini, nyetel lagu-lagu lama, bikin kompilasi foto imoutov (lihat atas), dan spam timeline. Harapannya semoga ke depan semakin banyak lagi yang bikin lagu bagus dengan GUMI, semakin banyak ilustrasi yang bagus, serta yang tak kalah penting GUMI V4 cepatlah keluar. Amin. HAPPY 6th ANNIVERSARY, GUMI-CHAN!!

Saturday, 2 May 2015

Sebuah Penantian Itu Akan Berakhir

Tadi malam daftar bintang tamu pengisi konser anisong untuk AFAID 2015 diumumkan. Salah satu di antaranya terselip nama penyanyi pujaan yang sudah saya nanti-nantikan yaitu yanaginagi a.k.a mbak nagi. HYPE INTENSIFIES!!
Reaksi pertama saya seperti yang tertulis di fb, "ALHAMDULILLAH YA ALLAH!! SI MBAAAAAK AKU PADAMU!!". Speechless sih saking hype bahagianya. Akhirnya, sekali lagi, akhirnya sebuah penantian akan berakhir tahun ini. Akhirnya, sekali lagi, akhirnya mbak nagi akan perform di Indonesia. Sudah lama saya sangat ingin menonton dan atau bertemu mbak nagi secara langsung. Sepertinya sampai beberapa tahun lalu itu adalah hal yang mustahil. Namun, dengan pengumuman tadi malam itu sudah tidak lagi jadi hil yang mustahal.
Saya sebenarnya bingung mau menulis apa di sini karena speechless overhype. Yang jelas, mau tidak mau, harus berusaha untuk bisa nonton mbak nagi. Terpikir untuk sekali-kali ambil yang VIP harian yang ada mbak nagi, tapi belum tahu juga sih. Kalau lah sanggup. Sudah gak terlalu peduli sama bintang tamu yang lain walau katanya masih akan ada pengumuman bintang tamu lagi. 
Sudah, cukup sekian. Sebagai pelengkap hype semalam:

Thursday, 26 February 2015

Satu Lagi Voca-P yang Menjanjikan tapi (Sepertinya) Underrated: sntb

Kembali saya menemukan seorang voca-p (vocaloid producer) yang tampak menjanjikan tapi masih kurang dikenal. Dia adalah sntb alias Sunatsubu. Pertama kali tahu sntb sekitar Oktober 2014 lalu saat sedang jalan-jalan menghilangkan kebosanan di dailyrank NNI (Niconico Indies). NNI? Bukan vocaloid? Yep. Karena waktu itu, lagunya yang berjudul Shoujo Youkai lagi nangkring di peringkat pertama dailyrank NNI. Lebih tepatnya Shoujo Youkai yang versi dinyanyikan oleh vokalis cewek bernama nkz. Kolaborasi antara sntb dan nkz ini pun dinamai sntb loves nkz.
Bisa dibilang waktu itu saya keratjoenan Shoujo Youkai. Lagu ini benar-benar asyik dan loopable. Entah sudah berapa kali waktu itu nge-loop Shoujo Youkai. Ternyata selain versi nkz juga ada versi vocaloid yang dinyanyikan oleh GUMI Whisper. Namun, yang versi GUMI ini tidak nge-hits seperti versi nkz. Karena penasaran dengan sntb, saya pun mencari lagu-laguya yang lain. Ternyata sudah cukup banyak menghasilkan lagu yang mayoritas memakai GUMI sebagai vokalnya. Yang paling nyantel selain Shoujo Youkai waktu itu adalah lagu berjudul undo:redo. Bisa dibilang tipe lagunya antara Shoujo Youkai dengan yang era undo:redo dan sebelumnya itu berbeda. Era undo:redo dan sebelumnya lagu-lagunya lebih ke tipe tulit-tulit techno electro atau apalah itu istilahnya. Sedangkan, Shoujo Youkai lebih ke tipe musik yang lebih nge-pop dengan instrumen yang lebih proper ala band walau tetap ada unsur tulit-tulit. Liriknya Shoujo Youkai pun cukup easy listening hingga gampang diingat. Berikut saya tampilkan Shoujo Youkai (versi nkz) dan undo:redo (versi miewa).
Beberapa bulan pun berlalu sejak Shoujo Youkai. Di bulan Februari 2015 ini, sntb mengunggah sebuah lagu baru yang berjudul Goukyuu Ressha. Seperti Shoujo Youkai, lagu ini juga menembus lima besar dailyrank NNI, walau gak sampai peringkat satu. Duet sntb loves nkz pun kembali di lagu ini. Juga ada versi GUMI, tapi tidak nge-hits seperti versinya nkz.
Saya pun keratjoenan lagu ini. Sudah beberapa hari ini nge-loop Goukyuu Ressha dan masih belum bosan. Bahkan nulis ini pun dengan diiringi Goukyuu Ressha. Dibanding Shoujo Youkai, Goukyuu Ressha ini lebih nge-pop lagi dengan tipe-tipe semacam 「切ない恋愛の歌」 alias sad love song. Unsur tulit-tulit pun semakin berkurang di sini. Betotan bass di lagu ini pun terasa mantab. Ilustrasi cewek berambut bob berkacamata memegang gitar berdiri di dalam kereta pun turut menarik perhatian. Berikut saya tampilkan Goukyuu Ressha (versi nkz).
Overall, lagu-lagu yang dihasilkan sntb ini tampak menjanjikan. Pemilihan GUMI untuk mengisi vokal tentu sangat menarik saya. Lebih menarik lagi dengan vokalnya nkz di Shoujo Youkai dan Goukyuu Ressha. Di akhir video Goukyuu Ressha, sntb dan nkz telah mengumumkan akan ada lagu baru berjudul Shishunki Shounen Shoujo yang katanya segera. Kapan? Entahlah masih belum tahu. Dari preview-nya sepertinya juga bagus lagunya.
Jika diingat-ingat, entah sudah berapa kali saya bisa nemu lagu/vokalis/musisi/circle berkualitas dari NNI. Sebut saja misalnya duet maut pasutri bahagia 40mP dan Chano, yang pertama kali saya tahu dari NNI. Kemudian misalnya fhana, saya juga pertama kali tahunya dari NNI sekitar setengah tahun sebelum mereka masuk major label. Misal lagi, tahu H△G dan Mili juga dari NNI dan sekarang mereka lagi naik daun. Pernah juga nemu vokalis cewek yang syahdu nan underrated bernama Nina Shelka. Dan sekarang nemunya voca-p bernama sntb juga dari jalur NNI ini. Well, bisa dibilang di NNI ini memang banyak harta karun lagu-lagu bagus yang bisa dikeruk sih.

Friday, 13 September 2013

Demi Aya Hirano dan Nitta Emi part 02

Masih dalam suasana gagal move on dari peristiwa akhir pekan kemarin. Karena itu saya tuangkan saja ke dalam tulisan berseri mengenai Anime Festival Asia Indonesia [AFAID] 2013. Berikut adalah bagian 02 dari 03 yang bercerita pada Sabtu, 20130907, satu hari penuh yang ditulis dari sudut pandang saya.
Sabtu, 20130907, sekitar pukul 4.45am dibangunkan oleh lagu "Kakumei Desu ne, Kami-sama!" dari alarm hape saya. Cuman tidur sekitar empat jam. Badan masih pegal dan kepala agak pusing. Mandi, subuhan, lalu langsung siap-siap untuk perang hari kedua. Sekitar jam 6am kurang sedikit, saya dan Pakprof sudah pergi lagi. Agak gak enak juga sih sama pakdhe-budhe karena pulang tengah malam pergi pagi-pagi sekali. Cari sarapan dulu di sebuah warung nasi kebuli. Setelah itu take off dengan patas AC 44 lagi, lewat sate Afrika asli lagi, yah, intinya rute yang sama dengan hari sebelumnya.
Tiba di JCC sekitar pukul 7.30pm dan antrian sudah seperti ular naga panjangnya tak terkira. Untunglah saya pesan tiket di tempat yang tidak mainstream [baca: tiket.com], jadi pas sampai antriannya belum sepanjang lainnya. Pas mau antri, lihat ada cewek cosu Nago [Danshi Koukousei no Nichijou] yang sedang antri tiket konser on the spot, dan sepertinya tahu itu siapa. Karena saya pakai kaos BRK13, si Nago malah nyapa duluan dan ternyata benar dugaan saya, dia adalah Harokichi Kurone. Ngobrol-ngobrol dan ternyata logat bicaranya Jawa sekali [lhah, jebul wong Jawa juga].
Antri lama karena ternyata petugas tiket.com datangnya telat banget, orz. Untuk mengusir kebosanan, Pakprof dan saya nyetel lagu-lagu anime dari hape masing-masing sambil sedikit joged-joged gak jelas. Di antara lagu yang disetel tentu saja adalah lagunya μ's. Di depan kami, berdiri seorang yang sepertinya orang Singapura. Setelah nyetel Wonderful Rush, saat saya sedang memilih-milih lagu untuk diputar, orang Singapura itu tiba-tiba nyetel lagunya BiBi, Cutie Panther. Woh, ternyata dia Love Live Nakama! Pas lihat tasnya, ada gantungan kunci Honoka. Music is really connecting people.
Baru sekitar pukul 10am bisa menukar tiket. Mau masuk ke dalam pun antriannya luar biasa. Akhirnya duduk-duduk dulu terus lihat-lihat di area IGS [Indonesia Game Show]. Waktu di IGS, mampir di booth game danmaku lokal yang kalo gak salah judulnya N-Heritage. Pakprof nyoba main, saya cuman lihat-lihat artbook-nya. Cari-cari Semarang gak ada. Iseng tanya, dan emang katanya gak ada di Semarang. Sayang sekali, padahal Semarang punya hewan mitologi khas nan unik yang mungkin bisa masuk di game itu, yakni warak ngendog.
Baru bisa masuk ke area AFAID sekitar pukul 11am setelah melalui antrian ular naga panjangnya tak terkira. Kalo gak salah ingat, langsung ke basement, ketemu Morin yang masih dalam mojo mode, lalu muter creator hub. Nyari barang yang menarik dan juga buat oleh-oleh imouto. Lihat pin Hitagi langsung tertarik. Akhirnya beli satu set isi empat pin Monogatari [Hitagi, Hanekawa, Mayoi, Shinobu], dibagi dua-dua sama Pakprof. Pas Pakprof antri mau beli poster di salah satu booth, saya menemukan yang jual strap GUMI di booth seberang. Tanpa pikir panjang saya pun langsung beli strap GUMI itu. Hanya itu GUMI related stuff yang saya temukan di AFAID. Lewat booth-nya Vesuvia Project ternyata tutup.
Setelah itu, random wandering sendiri. Mampir ke booth Figmania. Lumayan, foto-foto figma yang gak punya. Termasuk foto figma Madokami, yang tidak jadi saya beli. 
Pas lewat di depan booth Nendonesia, lewatlah di depan saya dua cewek yang cosu Asuna dan Saber yang dikawal mbak-mbak panitia dengan wig GUMI. Gak ngeh itu siapa. Setelah mereka lewat, baru sadar bahwa Asuna tadi itu Angie, sedangkan Saber yang tadi itu Ying Tze. Asem, kelewatan sesi foto-foto mereka. Lihat jam, sesi foto mereka lebih maju dari jadwalnya. Pantes kelewatan. Malah dapet sesi fotonya Clive.
Di hari kedua ini, sebenarnya banyak cosplayer bagus yang ingin saya foto. Tapi, karena keterbatasan waktu dan tempat yang sama-sama padat, akhirnya cuman bisa memfoto sedikit. Berikut sedikit di antaranya, termasuk Madokami tak bersayap. 
 
Pukul 1.15pm, saatnya untuk screening episode 01 Love Live! sekaligus Nitta Emi [Emitsun] muncul di stage. Tentu saya tidak mau melewatkannya. Sayang, saya, Pakprof, dan Morin nonton di tribun jauh dari stage. Mau turun, tapi malas melewati kerumunan massa yang luar biasa jumlahnya di luar. Ya sudahlah. Tak berapa lama, Emitsun pun muncul di stage bersama MC. Tak kuasa untuk tidak berteriak, "Emitsuuun!". Yang di barisan depan, tampak para vvota LL dengan lightstick warna oranye. Selama pemutaran eps 01 ini, pas di bagian lagu seperti Susume Tomorrow, Bokura wa Ima no Naka de, Aishiteru Banzai, juga pada ikut nyanyi. Saya sih ikut joged pas Bokura wa Ima no Naka de. Setelah selesai screening, mulailah wawancara bincang-bincang dengan Emitsun. Selengkapnya bisa dibaca di sini. 
Di sela-sela wawancara, diputar juga semacam cuplikan perbandingan Bokura no LIVE Kimi to no LIFE, Snow halation, Natsuiro de 1,2 Jump, Mogyutto Love de Sekkinchuu versi PV dengan konser pertama. Ikut nyanyi juga deh pas itu. Sou ieba, di sini Emitsun tampil dengan rambut ala Honoka alias Honomage [Honoka no chonmage] dan seragam sekolah musim panas Otonokizaka. Terakhir, Emitsun mengucapkan, "SAYA CINTA INDONESIA!" dengan suara ala Honoka. Ingin rasanya minta tanda tangannya Emitsun, tapi apa daya, keterbatasan dana dan waktu membuat Dengeki Love Live yang sudah saya bawa menjadi sia-sia. Terbatas dana karena minimal harus beli barang di booth LL senilai IDR 450000. Terbatas waktu karena di saat bersamaan dengan sesi tanda tangan Emitsun, di stage sedang ada sesi Aya Hirano.
Waktu menunjuk pukul 3.00pm, sesi stage Aya Hirano pun dimulai. Kali ini mengambil posisi duduk yang cukup terdepan. Dipandu oleh Danny Choo dan Stella sebagai MC. Lebih berisi obrolan singkat sekitar setengah jam sih. Yang paling menarik di sesi ini yang membuat saya senyum-senyum puas dan hype adalah saat Aya Hirano mengucapkan kalimat legendaris dari Haruhi-sama. Kalimat yang [seharusnya] dihafal oleh para penganut Haruhi-ism, "Tada no ningen ni wa kyoumi arimasen. Kono naka ni uchuujin, miraijin, isekaijin, chounouryokusha ga itara, atashi no tokoro ni kinasai! Ijou!". HYPE HYPE HYPE HYPE. Ada juga sesi cosplayer Haruhi pilihan Aya Hirano. Sayangnya cuman dua orang yang ikut. Pasti ini karena zaman sekarang sudah jarang ada angkatan baru yang tahu Haruhi. Yang kepilih oleh Aya Hirano mendapat armbang "danchou" yang sudah dibubuhi tanda tangan Aya Hirano. Urayamashii!
Setelah Aya Hirano, saatnya nonton cosplay, single competition. Dengan jurinya adalah Angie, Ying Tze, Reika, Kaname, Richfield, dan Clive. Paling heboh saat para gadis [atau mungkin fujo] teriak-teriak heboh ngelihat Reika. Yang ikut sekitar 20an cosplayer. Jumlah pastinya lupa. Kalau gak salah, ada tiga yang dari Semarang. Dua di antaranya sudah biasa saya lihat di event Semarang, yakni Faris dan Audrey. Agak pangling lihat si Audrey karena beda banget sama yang kalau di Semarang. Kalau Faris sih tetap Kamen Rider-an seperti biasa. Pas Faris maju, saya, Pakprof, dan Morin melakukan salam VF yang langsung disadari Faris, lol. Satu cosplayer Semarang lagi, saya tidak pernah lihat atau tahu di event Semarang. Tapi tiba-tiba bisa muncul di AFAID dengan properti yang tergolong wah. Siapakah dia? Ntahlah. Mengenai sistem kompetisinya sendiri, menurut saya agak aneh. Karena peserta hanya dipersilakan perform sangat sebentar tidak dengan BGM masing-masing tapi dengan BGM default lagunya Hachiouji-P yang jelas ajeb-ajeb.
Sesi cosplay usai sekitar pukul 4.15pm. Langsung ambil posisi antri masuk konser. Sempat turun ke toilet dulu. Pas di toilet, lihat ada yang bawa CD-nya Vesuvia Project. Langsung deh ngecek ke sana dan ternyata booth-nya Vesuvia sudah buka. Tapi CD yang dijual cuman tinggal dua jenis beraliran trance dari Paraguna Satsuki. Akhirnya cuman beli satu yang cover-nya Youmu dan Yuyuko. Sebelum ke booth Vesuvia, mampir beli poster Maki buat oleh-oleh imouto.
Karena dirasa postingan ini sudah terlalu panjang, langsung saja ke bagian konser.
Konser dimulai sekitar pukul 6pm lebih. Dibuka oleh DJ Kazu sebagai opening act. Membawakan remix beberapa lagu anisong yang akan membuat jejingkrakan. Jadi, belum masuk ke inti konsernya, DJ Kazu sudah mengajak kita berolahraga jingkrak-jingkrak dengan remix lagu anisong yang syahdu. Ada kejadian lucu. Pas muter Guren no Yumiya, pas semua sudah semangat nge-chant, "NAN NAN NAN INDO-JIN DA!", tiba-tiba musiknya error dan mati. Pas dicoba kedua kalinya tetap sama. Akhirnya DJ Kazu mengakhiri penampilannya dengan meminta maaf sambil bersujud.
Selanjutnya adalah fripSide. Tak diduga fripSide muncul duluan. Ini mungkin karena si Nanjo harus langsung balik ke Jepang malam itu juga. Dibuka dengan LEVEL5 -judgelight-. Gak terlalu ngerti lagunya fripSide sih, paling cuman LEVEL5 -judgelight- sama only my railgun. Sepanjang fripSide saya salah fokus ke dancer-nya yang jadi Misaka. Beberapa saya teriak "harasho", "Eri", "Gankyou", dan bukan name call "Nanjo", lol.
Setelah fripSide ada Babymetal. Kumpulan idol-idol loli yang mencoba cadasnya metal. Dibuka dengan Megitsune yang aransemen musiknya digarap oleh yuyoyuppe. Memang kelihatan khas yuyoyuppe sekali sih musiknya, terutama double pedal drum-nya. Cuman tahu dua lagu sih, Doki Doki Morning sama Headbanger. Tapi overall, asik, keren juga Babymetal. Lumayan lah ngikut headbang terutama pas Headbanger. Di antara para penonton, tampak para vvota Babymetal yang khusus datang dari Jepang. Mereka tampak elitis. Begitu Babymetal kelar, mereka pun bubar keluar ruangan. Sasuga.
Next. Time for Denpagumi.inc. Mungkin ini yang paling saya tunggu untuk konser hari Sabtu. Baru mulai ngikutin Denpagumi.inc beberapa hari sebelum AFAID sih. Asik-asik sih lagu mereka, yang memang kental dengan musik denpa. Tapi ternyata, saya agak kecewa karena mereka cuman nyanyi tiga lagu. Hanya satu lagu yang saya tahu yaitu Denden Passion. Gak ada WWD atau WWD II. Padahal udah siap nge-chant, "Yossha iku zo! Mirin, Risa, Nemu, Ei, Moga, Pinky, Denpagumi!" kalau nyanyi WWD. Tapi tak apalah. Penting bisa nonton langsung Denpagumi.inc khususnya Nemu. Btw, ntah karena faktor sound-nya atau memang suara Denpagumi yang cempreng, pas mereka manggung terasa berisik cempreng sekali.
Terjadi jeda yang cukup lama setelah Denpagumi keluar panggung. Kalafina yang dinanti-nanti sebagian besar penonton tak kunjung muncul. Ntah berapa menit barulah mbak-mbak Kalafina muncul. Sekali lagi saya juga kurang tahu lagu-lagu Kalafina. Dari beberapa lagu yang dibawakan, paling cuman Mirai sama satu lagi lupa judulnya. Itu pun gara-gara Madoka Magica. Tapi yang jelas, kualitas suara mbak-mbak Kalafina memang jaminan mutu.
Akhirnya, hampir pukul 10pm, konser berakhir. Pas keluar area, dapat minuman teh susu gratis. Lumayan, setelah dehidrasi berjam-jam. Terus ketemu comrade Aditya Bintang Aji a.k.a ABA. Agak pangling padahal dulu sudah pernah ketemu. Di luar ternyata hujan deras. Duduk-duduk dulu sambil menanti hujan reda. Ketemu masku yang juga nonton Babymetal. Setelah hujan agak reda, saatnya pulang. Numpang mobilnya Morin sampai Sudirman, lalu nyegat taksi dan pulang ke rumah pakdhe.
Btw, loots hari kedua:
Demikianlah bagian kedua dari tiga bagian kisah perjalanan ke AFAID13 akhir pekan lalu. Selanjutnya adalah postingan AFAID13 hari ketiga atau terakhir, 20130908, yang mungkin akan ditulis beberapa hari ke depan jika saya sempat.