Showing posts with label yanagi nagi. Show all posts
Showing posts with label yanagi nagi. Show all posts

Tuesday, 29 September 2015

Demi Si Mbak!

Meng-update kembali blog ini setelah hampir tiga bulan terbengkalai. Masih dalam suasana gagal move on dari apa yang dialami saat berkelana ke Jakarta akhir pekan kemarin. Akhir pekan kemarin? Yes, tepatnya saat AFAID15 hari kedua. Sebagaimana tahun 2013 dan 2014, di tahun ini pun saya hadir ke AFAID tapi hanya hari kedua (Sabtu, 20150926), tidak tiga hari penuh seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain karena memang dana terbatas, juga karena hanya mengincar nonton mbak nagi. 
Perjalanan dimulai hari Jumat, 20150925. Saat hari keberangkatan yang dinantikan ini tiba saya pun berkata, "tsui ni kono hi ga kita wa ne." Berangkat naik Tawang Jaya jam 1400 dari Stasiun Poncol bersama Nohara, imoutov, dan Yuurei. Selama perjalanan sempat diisi dengan pokeran beberapa jam sampai dilihatin anak kecil di kursi sebelah. Sampai di Stasiun Pasar Senen, Jakarta sudah jam 2100 lebih alias telat sekitar setengah jam. Kemudian, saya dan Nohara menginap di kos Baginda, sedangkan imoutov dan Yuurei di kosnya Erin.
Sabtu, 20150926, hari bersejarah itu datang juga, sekali lagi, "tsui ni kono hi ga kita wa ne." Berangkat pagi sekitar jam 0630 naik KRL dari Stasiun Kalibata menuju Stasiun Rajawali. Lalu dilanjut naik mikrolet dan sekitar jam 0800 tibalah di Jakarta International Expo (JIExpo) tempat terselenggaranya AFAID15. Langsung antri tukar tiket. Saat antri ketemu comrade Whoozah, terjadilah kembali pertemuan kelas berat karena badannya berat-berat semua. Setelah itu, barulah antri buat masuk yang mana antriannya sudah panjang sekali.
Barulah sekitar pukul 0950 bisa masuk ke exhib hall AFAID15. Ada satu peraturan yang agak gak mengenakkan tahun ini, yakni pengunjung hanya boleh bawa masuk minuman bermerk So*ro, selain itu dilarang masuk. Dan pada praktiknya, jangankan minuman merk lain, air putih yang ditaruh di gembes (tumblr) bawa sendiri saja disuruh buang atau dihabisin dulu kalau mau masuk. Alhasil, air putih yang saya bawa pun langsung saya minum habis sebelum masuk gerbang. Sponsore surem, wagu, marai rempong ding.
Setelah berhasil masuk ke dalam, tujuan pertama adalah AFA Shop untuk beli titipannya Morin berupa iphone case dan cosmetic pouch Miku. Sebenarnya pingin beli photobook mbak nagi tapi lihat harganya yang Rp 380.000,- saya langsung nyerah. Selesai di AFA Shop, barulah muter-muter, tak lupa ke deretan creator hub beli beberapa barang, terutama CD album baru crafTuner, Azuressence. Juga ke salah satu booth ambil titipannya Morin. Secara keseluruhan dari pengamatan saya, creator hub tahun ini kurang variatif karena hampir didominasi oleh tiga fandom: LL, kapal, dan pedang. Kondisi exhib hall hari kedua itu sungguh ramai sekali, bikin sulit bergerak. Saking ramainya, saya sampai malas mau foto-foto cosplayer.
Sekitar jam 1300 ada sesi DJ Kazu di booth Sony. Gak bisa merangsek ke depan karena sudah ramai. Namun, walau ramai orang tapi reaksinya kurang ramai. Hal ini karena kalau saya lihat di bagian depan tidak ada orang-orang yang biasanya jadi frontliner Tim Perusuh Booth Sony. Saya hanya melihat Dhan dan Tiruvee di depan. Habis itu sempat ngobrol-ngobrol sebentar sama Dhan dan Tiruvee.
Sekitar jam 1330, mampir lihat-lihat ke booth EXIT TUNES. Sebelumnya sudah sempat ke situ dan galau mau beli CD apa gak. Pas mampir lagi kebetulan ada Majiko dan Mikito-P di sana dan kondisinya sepi. Salah seorang staff menunjuk-nunjuk CD-nya Majiko yang Contrast seolah-olah tahu saya pingin beli itu. Pertahanan saya pun jebol. Beli album Contrast-nya Majiko dan gak ngira langsung dikasih tanda tangan oleh Majiko saat itu juga. Padahal di situ tulisannya sesi tanda tangan baru dimulai jam 1630. Tak lupa salaman dan sedikit ngobrol basa-basi. Lalu iseng minta foto ternyata dibolehin. Niat hati hanya ingin nge-foto Majiko seorang, staff-nya malah nyuruh two-shot sama Majiko, dan saya pun grogi. 
Kemudian, karena di situ ada Mikito-P sekalian deh minta tanda tangannya (maruk banget yak). Setelah itu saya bahagia dan merasa bersyukur bisa bahasa Jepang karena jadi bisa ngobrol (walau basa-basi) sama Majiko, Mikito-P, dan beberapa staff EXIT TUNES. Oh, btw, Majiko yang asli lebih imut dan lucu daripada kalau lihat di foto/videonya, serius. Ditambah potongan rambutnya yang nge-bob itu. Orangnya juga agak malu-malu kalem gimana gitu.
Pas muter-muter exhib lagi, datanglah Jem dan jumpa lagi setelah tujuh bulan ini Jem berkelana di Garut. Tak berselang lama, saya dan Nohara pun menuju stage demi melihat sesi talkshow bersama para bintang tamu konser I♥Anisong, termasuk mbak nagi. Sesi talkshow yang sangat sebentar, tapi lumayan lah karena bila lihat langsung mbak nagi pertama kalinya dalam hidup. Mbak nagi beneran pendek, gak hanya rambutnya tapi juga badannya.
Kembali ke exhib, menuju mini-stage karena ada penampilan dari Mikito-P dan Majiko persembahan spesial dari EXIT TUNES. Waktu menunjuk sekitar pukul 1530. Untung bisa dapat tempat yang agak depan dekat panggung. Dibuka dengan Mikito-P yang menyanyikan tiga lagu, yakni Sarishinohara, Shinzo Democracy, dan Akai Ito, sambil menggenjreng gitar. Setelah itu, giliran Majiko yang pertama menyanyikan Hitorinbo Envy (koyori), lalu disusul Karakuri Pierrot (40mP), dan kayaknya ada satu lagu lagi tapi saya lupa apa. Kemudian, dilanjut dengan duet Mikito-P dan Majiko. Mikito-P nggenjreng gitar, Majiko nyanyi. Yang pertama lagu Setagaya Night Safari lalu ditutup dengan Klub Arisan 1 2 alias 1, 2, Fun Club.  
 
Duet keduanya menciptakan kombinasi yang menarik. Mikito-P yang menggalau-gimana-gitu tapi tetap enerjik nggenjreng gitar dan Majiko yang perform-nya beneran asik. Majiko yang tampak malu-malu ketika nyanyi bisa jadi enerjik, meliuk-liuk di beberapa lagu, pindah-pindah ke kiri dan kanan, dan suaranya sungguh mantab. Overall, paling asik waktu mereka bawain 1, 2, Fun Club. Bener-bener ngangkat.
Sekitar jam 1700, langsung menuju depan stage untuk antri sesi konser. Antrian sudah panjang. Selain ngantri sama Nohara, juga sama Whoozah dan juga Erin yang ber-cosplay sebagai Shibuya Rin. Pas ngantri ini akhirnya sempat ketemu dan ngobrol sebentar sama comrade Marcel dan ABA sesama TeamMbakNagi. Sayangnya gak bisa nonton bareng mereka.
Setelah antri dua jam lebih, akhirnya sekitar jam 1910 bisa masuk ke area konser bagian GA. Konser pun dimulai sekitar jam 1930 lebih sedikit, dibuka oleh Lisa. Sebenarnya saya sudah gak ngikutin lagu-lagunya Lisa pasca Girls Dead Monster. Total bawain delapan lagu di mana salah satunya adalah Ichiban no Takaramono. Selain itu, yang saya ingat judulnya adalah Raising Heart dan Merry Go Round. Saya nontonnya dengan mode simpan energi buat si mbak.
Lisa usai, berganti dengan DJ Kazu. Membawakan remix medley berbagai lagu anisong. Gak seperti biasanya, kali ini DJ Kazu agak lumayan bawain lagu yang aneh-aneh. Saya memilih nonton dengan santai, hanya agak heboh bereaksi di beberapa lagu. Satu hal yang saya agak kecewa dari reaksi penonton adalah saat DJ Kazu muter lagu Jojo ~Sono Chi no Sadame~. Hampir gak ada yang bereaksi dengan lagu itu (setidaknya di sekitar saya), pada gak tahu lagu itu? Tolonglah. Sementara itu, saya heboh sendiri waktu lagu itu diputer. DJ Kazu berakhir, saya memilih agak mundur biar panggungnya kelihatan karena sebelumnya hampir selalu ketutupan orang di depan yang tak kalah tingginya. 
Tibalah saat yang dinanti-nantikan, yakni mbak nagi. Inilah alasan terbesar saya untuk datang ke AFAID15. Saya kira bakal dibuka dengan Vidro Moyou tapi ternyata dibuka dengan Yukitoki. Seketika saya bersemangat sampai loncat-loncat karena saatnya untuk mengerahkan segala tenaga. Disambung dengan lagu yang paling baru, Harumodoki. Setelah itu, masuk sesi MC di mana mbak nagi memperkenalkan diri dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata. Sesi MC yang singkat karena mbak nagi gak banyak ngomong. Lanjut dengan Tokohana. Mulai lagu ini reaksi penonton mulai menurun begitu seterusnya hingga sesi si mbak usai. Setelah Tokohana, berturut-turut mbak nagi membawakan Zoetrope dan Laterality. Benar-benar lima lagu yang menguras tenaga karena berturut-turut digeber lagu yang powerful.
Usai Laterality, masuk sesi MC, kemudian dilanjut dengan lagu-lagu yang cenderung slow. Ada Aquaterarium dan saya pun ikut "hi hi hi hi hi" mengikuti lagunya. Selanjutnya ada Mitsuba no Musubime, tentu saja saya turut berteriak, "Musundeeeee." Akhirnya tibalah di lagu terakhir, ditutup dengan sempurna lewat Vidro Moyou. HYPE TO THE MAX!! Ini, ini yang paling saya tunggu-tunggu. Dari semua lagu-lagu si mbak era major label, Vidro Moyou tetap lagu favorit dan paling berkesan. Sepanjang lagu saya pun ikut nyanyi karena memang hampir hafal semua liriknya. Tak lupa ikut jingkrak-jingkarak bertepuk tangan di awal lagu dan melambaikan tangan saat reff.
Sungguh luar biasa! Benar-benar puas! Penantian panjang selama enam tahun, terhitung sejak pertama nge-fans si mbak jaman Kimi no Shiranai Monogatari, berakhir sudah. Akhirnya bisa nonton konsernya si mbak secara langsung. Sungguh menguras emosi dan energi. Suaranya mbak nagi sungguh memang luar biasa merdu. Waktu di panggung juga cukup enerjik, lompat-lompat, pindah ke kanan ke kiri. Teringat zaman dulu betapa susahnya mencari foto wajahnya si mbak. Kalau pun ada foto/videonya, cuman tampak samping atau belakang, pun dari depan wajahnya ditutupi, tapi itupun sudah bisa bikin hype bareng para comrade. Nonton konsernya langsung dulu hanya seperti mengharap suatu hil yang mustahal. Tapi akhirnya harapan itu terkabul kemarin Sabtu bisa nonton si mbak langsung dengan mata kepala sendiri. Terharu dan bahagia. Lengkap sudah rasanya. Oh, pas sesi MC, mbak nagi berkata tahun depan ingin kembali lagi ke Indonesia. Semoga saja hal itu terwujud. Amin.
Setelah mbak nagi selesai, saya pun langsung mundur, keluar, dan pulang ke kosnya Baginda. Sudah terlalu capek dan memang gak berminat nonton fripSide. Pulang ke Semarang hari Minggu, 20150927, kembali dengan Tawang Jaya jam 2300. Perjalanan pun berakhir.
Epilog. Benar-benar puas nonton mbak nagi. Ditambah bertemu Majiko dan Mikito-P. Mengenai AFAID15, not bad lah. Hall yang dipakai ternyata lebih besar dari perkiraan tapi karena booth dan pengunjungnya terlalu banyak jadinya tetap susah gerak. Akses transportasinya pun ternyata tidak sesusah kata orang-orang. Sangat gampang dijangkau malah karena bisa dengan KRL, Trans Jakarta, mikrolet, ataupun bajaj. Pilihan acara hiburannya pun makin variatif. Yang paling saya sayangkan adalah kebijakan sponsor yang terlalu berlebihan dengan melarang masuk segala air minum apapun itu kecuali bermerk So*ro. Banyak air minum yang terbuang percuma di depan gerbang. Untuk tahun depan, lebih berharap AFAID kembali ke JCC. Apakah saya akan datang lagi? Entahlah, tergantung bintang tamunya. Secara karena sudah nonton mbak nagi, saya sudah tidak terlalu mengharap yang lainnya.
Foto loots sebagai penutup (yang ijo-kuning di kanan foto titipannya Morin):

Saturday, 2 May 2015

Sebuah Penantian Itu Akan Berakhir

Tadi malam daftar bintang tamu pengisi konser anisong untuk AFAID 2015 diumumkan. Salah satu di antaranya terselip nama penyanyi pujaan yang sudah saya nanti-nantikan yaitu yanaginagi a.k.a mbak nagi. HYPE INTENSIFIES!!
Reaksi pertama saya seperti yang tertulis di fb, "ALHAMDULILLAH YA ALLAH!! SI MBAAAAAK AKU PADAMU!!". Speechless sih saking hype bahagianya. Akhirnya, sekali lagi, akhirnya sebuah penantian akan berakhir tahun ini. Akhirnya, sekali lagi, akhirnya mbak nagi akan perform di Indonesia. Sudah lama saya sangat ingin menonton dan atau bertemu mbak nagi secara langsung. Sepertinya sampai beberapa tahun lalu itu adalah hal yang mustahil. Namun, dengan pengumuman tadi malam itu sudah tidak lagi jadi hil yang mustahal.
Saya sebenarnya bingung mau menulis apa di sini karena speechless overhype. Yang jelas, mau tidak mau, harus berusaha untuk bisa nonton mbak nagi. Terpikir untuk sekali-kali ambil yang VIP harian yang ada mbak nagi, tapi belum tahu juga sih. Kalau lah sanggup. Sudah gak terlalu peduli sama bintang tamu yang lain walau katanya masih akan ada pengumuman bintang tamu lagi. 
Sudah, cukup sekian. Sebagai pelengkap hype semalam:

Sunday, 28 July 2013

urauE

Rabu, 20130703, mbak nagi akhirnya merilis album major pertamanya bertajuk Euaru. Setelah sebelumnya merilis lima buah single major sejak 20120229. Mbak nagi pun mengikuti jejak rekan seperjuangannya seperti mbak Annabel dan mbak ChouCho yang terlebih dulu merilis album major. Album ini terdiri dari 14 lagu original mbak nagi dan 7 lagu cover. Track list:
DISC 1:
  1. Hontou
  2. Yukitoki
  3. Ao no Parade
  4. concent
  5. helvetica
  6. Ambivalentidea
  7. euaru
  8. Zoetrope
  9. Laterality
  10. Stranger Attractor
  11. Qualia
  12. Translucent
  13. Vidro Moyou
  14. Uso
DISC 2:
  1. Agape
  2. 1/2
  3. Renai Circulation
  4. light prayer
  5. Uninstall
  6. Swallowtail Butterfly ~Ai no Uta~
  7. Kaze no Toori Michi
Mungkin agak telat juga nulis review ini. Tapi lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Di review kali ini, saya tidak akan me-review satu per satu lagu seperti biasanya, tapi hanya garis besar per disc-nya saja.
Dimulai dari disc satu yang berisikan 14 lagu original. Di antara 14 lagu itu, enam di antaranya sudah pernah di keluar di single-single mbak nagi sebelumnya. Enam lagu tersebut adalah Yukitoki, concent, Ambivalentidea, Zoetrope, Laterality, dan Vidro Moyou. Sedangkan, sisanya atau tujuh lagu lainnya adalah lagu-lagu baru. Seperti biasa, judul-judul lagu yang muncul sebagian besar terkesan aneh dan unik, ntah itu dari bahasa mana. Seperti judulnya, lagu-lagunya pun juga bisa dibilang unik dengan berbagai tipe yang berbeda. Beberapa di antaranya cenderung khas tipikal lagu per-doujin-an mbak nagi, seperti sebut saja pada lagu helvetica.  Dari tujuh lagu baru, yang paling menarik perhatian saya adalah Stranger Attractor. Tipikal lagu ini cenderung berbeda dari lainnya. Bisa dibilang, lagu ini kental dengan aroma salah satu band favorit saya yang sudah bubar, school food punishment [SFP]. Permainan instrumennya sungguh SFP sekali dengan apa itu istilahnya, permainan melodi dengan keyboard yang dominan. Apa memang ada jebolan SFP yang terlibat di lagu ini? Misalnya, si om Hasuo gitu? Ntahlah. Dari 14 lagu, yang paling berkesan mungkin tetap Vidro Moyou. Karena apa? Karena lagu inilah single major pertama mbak nagi. Aura kegalauan juga terasa di lagu ini. Mengingatkan akan Ano Natsu de Matteru dan periode awal tahun 2012.
Selanjutnya masuk ke disc dua yang berisikan tujuh lagu cover-an mbak nagi. Bisa dibilang cover-an yang super sekali. Cobalah tengok dan dengar semua lagu di disc kedua ini. Tidak semua saya tahu sih lagu aslinya seperti apa dan itu lagu siapa. Paling cuman 1/2, Renai Circulation, light prayer, dan Uninstall. Namun sekarang, favorit saya di disc kedua ini adalah Agape walau gak tahu itu sebenarnya lagunya apa dan siapa [sudah tahu sih sekarang dari thread doujin kaskus]. Untuk 1/2, berhasil membuat saya bernostalgia ke masa lalu saat zaman nonton Samurai X di televisi sore-sore. Untuk Renai Circulation, itu sudah membuat saya hype sejak pertama kali diumumkan. Suara mbak nagi saat menyanyikan lagu ini sungguh membuat hnnnnngggggg [saking tidak bisa diungkapkan kata-kata], menyaingi versi aslinya mbak KanaHana. Lagu lain yang membuat bersorak kegirangan adalah light prayer yang aslinya besutan school food punishment. Secara, light prayer adalah lagu SFP favorit saya. Untuk tiga lagu terakhir juga super.
Overall, sebuah album yang super sekali. Dibuai oleh suara mbak nagi dalam 21 lagu itu sungguh menyenangkan telinga. Perpaduan yang bagus antara lagu original dengan lagu cover-an. Sudah lama juga tidak pernah dengar mbak nagi meng-cover lagu. Apalagi lagu yang di-cover adalah lagu-lagu favorit mbak nagi. Sangat puas dengan album ini. Kalau boleh menilai, maka bagi saya disc 2 > disc 1. Impact disc 2 lebih terasa. Ah, sayang sekali saya gak jadi beli album euaru ini. Padahal dulu sudah niat ingsun mau beli album ini. Tapi, karena AFAID, rencana pembelian euaru pun akhirnya dikorbanken. Sekarang, uangnya pun sudah berubah menjadi tiket AFAID. Andai saja mbak nagi jadi bintang tamu di AFAID, sekali saja andai saja, berandai-andai.

Tuesday, 23 April 2013

Yukitoki kembang-kembang

Rabu, 20130417, mbak nagi alias yanaginagi merilis single kelima bertajuk Yukitoki. Single ini juga menjadi lagu opening untuk anime baru musim semi ini, Yahari Ore no Seishun Love Comedy wa Machigatteiru [Oregairu].
Track list:
  1. Yukitoki
  2.  Oto no Nai Yume
  3. Surrealisme
  4. Yukitoki -instrumental-
  5. Oto no Nai Yume -instrumental-
  6. Surrealisme -instrumental-
Kemarin Senin, 20130422, paket CD dan poster mbak nagi - Yukitoki pun tiba. Ini untuk pertama kalinya saya bisa dapat CD original-nya mbak nagi. Bahkan bisa dibilang, pertama kalinya saya mendapat suatu single atau album original dari musisi Jepang pasca berhenti membeli kaset tape original tante Ayumi Hamasaki di toko kaset lokal sejak beberapa tahun lalu. Yang membuat ini terasa istimewa adalah karena CD dan poster Yukitoki ini saya dapatkan gratis. Very very big thanks to Taka, a certain Japanese jekeiti vvota who gave and sent me this directly from Tokyo. Mari kita lihat isi CD ini beserta posternya:
Sebenarnya, sebelum CD ini sampai, saya sudah download di internet. Tapi itu pun gak saya dengarkan terlalu sering. Biar gak cepat bosan ketika CD-nya datang. Barulah sejak semalam, setelah menerima CD-nya, ntah sudah berapa kali saya nge-loop Yukitoki. Benar-benar terasa beda kalau dengerin yang original-nya. Alunan suara merdu mbak nagi sungguh membuat eargasm.
Masukkan CD-nya ke ROM komputer, lalu setel lagunya. Di track pertama disambut dengan lagu opening Oregairu yang jadi tajuk utama single ini, yakni Yukitoki. Lagu yang nuansanya berbeda dari lagu-lagu di single major sebelumnya. Tipe-tipenya mengingatkan lagunya Round Table. Jelas, karena Yukitoki aransemennya digarap oleh Kitagawa Katsutoshi yang kalau tidak salah adalah pentolan Round Table. Ternyata, mbak acane_madder juga terlibat di lagu ini mengisi bagian programming dan chorus.
Track selanjutnya adalah Mimpi yang Tak Bersuara alias Oto no Nai Yume. Nuansa dan tipe lagunya sangat berbeda dengan Yukitoki. Yang ini lebih terasa feel per-doujin-an mbak nagi. Nuansanya hampir mirip ala-ala surealisnya mbak acane_madder dalam lagu Teien ni te. Ternyata mbak acane_madder memang juga terlibat di lagu ini. Sama seperti Yukitoki, mbak acane_madder juga mengisi bagian programming dan chorus.
Track berikutnya, Surrealisme. Sesuai judulnya, lagu ini memang terasa unsur surealismenya. Lebih kental dari Oto no Nai Yume malah. Nuansa doujin-nya pun juga lebih kentara. Yang unik adalah saat mbak nagi mengucapkan dengan cepat beberapa bagian liriknya. Usut punya usut, yang menangani musik, aransemen, dll di lagu ini adalah KIKUO, yang sudah malang melintang di dunia doujin music.
Overall, saya puas dengan single ini. Bagaimana tidak puas, dua dari tiga lagu di sini saja menampilkan kolaborasi mbak nagi dengan mbak acane_madder, juga dengan pentolan Round Table. Sedang yang satu lagu lagi, kolaborasi mbak nagi dengan KIKUO. Yang semakin membuat puas tentu saja bonus posternya yang bolak-balik mbak nagi dan Yukinon. Yang saya tempel di dinding tentu saja yang sisi mbak nagi. Rambutnya tampak fuwafuwa sekali. Faktor poster berukuran B3 inilah yang membuat saya sangat berambisi memiliki single ini.
Sou ieba, single major mbak nagi sudah sampai lima, apakah ini tandanya mbak nagi akan segera merilis album major pertamanya? Rekan-rekan seperjuangan seperti mbak annabel dan mbak ChouCho saja sudah rilis album major. Tinggal menantikan mbak nagi mengikuti jejak mereka.  

Thursday, 3 May 2012

#owarinohoshi

Rabu, 20120425, yang lalu, sebuah album kolaborasi antara Jun Maeda dengan mbak nagi [Yanagi Nagi] dengan berformat "original concept album" yang bertajuk Owari no Hoshi no Love Song telah dirilis. Setelah sebelumnya, pada Comiket 81 Desember 2011 lalu merilis single Owari no Hoshi no Love Song Project dan juga setelah empat buah PV-nya diunggah di youtube.
Tracklist :
1. Owari no Sekai kara
2. Futari dake no Ark
3. Killer Song
4. Flower Garden
5. Muteki no Soldier
6. Kooru Yume
7. Executioner no Koi
8. To aru Kaizoku-Ou no Kimagure
9. Yuki no Furanai Hoshi
10. Hifukiyama no Mahou Tsukai
11. Last Smile
12. Hero no Jouken
13. Kono Hoshi no Birthday Song
14. Bonus track

Album ini dibuka dengan lagu galau berjudul Owari no Sekai kara yang mana juga ada di single yang rilis pas C81 dan PV-nya pun juga sudah beredar di youtube sejak Januari lalu. Dulu ketika dirilis di C81, saya tidak terlalu memperhatikan liriknya jadi gak terlalu ngerti cerita lagunya. Baru lah hampir sebulan kemudian, ketika official Flaming June mengunggah PV-nya di youtube saya paham jalan ceritanya tentu saja setelah menonton PV dan membaca liriknya yang juga ditampilkan di videonya. Galau, mengharukan, dan nyesek. Mungkin tiga kata itulah yang bisa mendeskripsikan lagu ini.
Jadi intinya, menceritakan seorang gadis yang menyukai teman laki-laki osananajimi-nya, tetapi ternyata temannya itu menyukai gadis lain yang lebih tua dari mereka. Mengetahui hal itu, si gadis ini kemudian time leap ke masa lalu di mana mereka masih anak-anak. Si gadis ini pun bertemu kembali dengan teman osananajimi yang tentu saja masih anak-anak di timeline itu dan kemudian dia merasa jatuh cinta lagi [mata kimi to deai mata koi o surunda]. Tapi, si gadis ini malah merasa tidak tahan dan ingin kembali secepatnya ke masa depan, ke timeline-nya. Namun, ternyata dia tidak bisa time leap lagi ke masa depan [hayaku kaero, demo chikara ga ippou tsuukou mirai ni wa tobenakatta]. Di akhir lagu, gadis itu membuka matanya dan melihat dunia yang sudah hancur dan menjadi berwarna abu-abu. Si gadis ini berada di masa depan jauh di mana dia sudah tidak bisa bertemu dengan osananajimi-nya itu. Akhirnya dengan hanya berbekal sebuah foto dari masa lalu, dia akan terus berjalan agar bisa bertemu lagi dengan osananajimi-nya itu. 
Setelah langsung terharu di track pertama, lalu masuk ke lagu kedua berjudul Futari dake no Ark. Lagu yang langsung instrumennya langsung menyambung dari pertama dan seperti tanpa jeda. Lagunya bagus? Tentu saja. Cuman sayangnya saya gak terlalu memperhatikan liriknya dan hanya nangkep sedikit arti liriknya. Ntah kenapa saya jadi sedikit teringant kisah Nabi Nuh AS. Tetapi bedanya, bahtera/kapal di lagu ini hanya dinaiki oleh dua orang, seorang laki-laki dan perempuan, seperti judulnya "Futari dake no Ark".
Selanjutnya adalah sebuah track yang merupakan lagu pertama yang dikeluarkan Flaming June, yakni Killer Song. Lagu yang PV-nya sudah diunggah sejak Desember 2011 lalu dan single-nya juga sudah keluar sewaktu C81 lalu. Secara garis besar bercerita tentang seorang gadis yang akhirnya menjadi seorang ksatria yang mengabdi pada seorang laki-laki buta. Lagu ini bisa dibilang sangat khas Jun Maeda terutama permainan instrumentalnya. Bagian melodi gitarnya mengingatkan akan lagunya Little Busters. 
Lanjut!! Setelah mendengarkan lagu tipe-tipe cerita ksatria yang penuh semangat, dibuai dengan sebuah lagu dengan tempo slow berjudul Flower Garden. Suara mbak nagi sungguh mendayu di sini dengan hanya diiringi dentingan piano sepanjang lagu. Kalau jalan cerita liriknya, jujur saja sampai saat ini saya tidak bisa konsen untuk menangkap maknanya. 
Lalu, setelah dibuai lagu slow, saatnya terbangun lagi untuk mendengarkan kisah prajurit yang invincible, Muteki no Soldier. Kembali sebuah lagu tipikal cerita ksatria. Muteki no Soldier merupakan lagu ketiga yang PV-nya diunggah di youtube sejak sekitar awal Maret 2012 lalu. Dari PV yang diunggah, hanya Muteki no Soldier ini lah yang paling jarang saya putar. Ntah kenapa, kurang mengena di diri saya. Mungkin yang paling saya suka dari lagu ini adalah beberapa bagian saat mbak nagi mengucapkan "ja ja, ka ka, ga ga" dsb.
Next, mbak nagi is reading a naration. What? Yep, track selanjutnya lebih tepat jika disebut narasi karena isinya memang full narasi. Mbak nagi hanya membaca narasi dan tidak menyanyi di track ini. Narasi tersebut berjudul Kooru Yume atau mimpi yang membeku. Sejak dengar crossfade album ini, saya sudah tertarik dan penasaran dengan Kooru Yume karena aura kegalauan terasa. Rasa penasaran pun terbayarkan setelah mendengarkan narasi ini. Kooru Yume jadi track yang paling sering saya putar. Karena ini narasi, jadi lebih mudah untuk meresapi makna ceritanya, saya pun paham ceritanya.
Jadi, Kooru Yume diceritakan seperti sebuah diari dengan ditunjukkan tanggal setting ceritanya. Bercerita tentang seorang gadis yang baru masuk SMA dan jatuh cinta pada pandangan pertama [hitomebore] pada seorang laki-laki di kelasnya. Sebagai cara untuk mendekatinya, si gadis ini berpura-pura hilang ingatan. Awalnya rencana ini sukses. Namun, lama-lama si gadis ini malah jadi hilang ingatan betulan. Bahkan, akhirnya, terjadi semacam split personality atau munculnya gadis ini yang lain. Dia pun merasa menyesal karena tidak menyangka akan berakhir seperti ini. Tapi, di akhir cerita, si gadis ini terbangun dan melihat seorang wanita ber-microphone yang berkata padanya, "bagu ga hassei shimashita" alias "telah terjadi bug".
HEEE?! Jadi semua cerita itu hanya lah sebuah program?! Sebenarnya, imo, narasi ini akan lebih bagus kalau tidak diakhiri dengan "bagu ga hassei shimashita". Pasti akan lebih nyesek. Saya jadi agak merasa gimana karena ternyata semua cerita tentang si gadis itu hanyalah bagian dari sebuah program yang ujung-ujungnya error. Tapi, di luar itu saya tetap suka dengan cerita narasi ini. Ditambah dengan suara mbak nagi saat tidak menyanyi dan hanya membaca narasi. Suaranya sungguh HNNNNGGGGGGG, mbak nagi berbakat jadi seiyuu. 
Sudah cukup mendengarkan narasi, saatnya kembali ke lagu. Kali ini dengan lagu berjudul Executioner no Koi. Lagi-lagi saya juga tidak terlalu memperhatikan liriknya. Namun, saya sudah baca translasinya jadi mudeng inti ceritanya. Jadi, lagu ini bercerita tentang seorang eksekutor pria yang membebaskan tahanan wanita yang seharusnya dieksekusi olehnya karena wajah wanita itu mirip wanita yang dicintainya dulu. Akibatnya, si eksekutor ini akhirnya malah dieksekusi mati karena perbuatannya membebaskan wanita itu. Dilihat dari judulnya dan ilustrasinya pun lagu ini sebenarnya mudah ditebak jalan ceritanya. 
Tiga track selanjutnya, To aru Kaizoku-Ou no Kimagure, Yuki ga Furanai Hoshi, dan Hifukiyama no Mahou Tsukai adalah lagu-lagu yang setiap saya dengarkan hanya terasa sekilas lalu. Bukan karena lagunya gak bagus, tapi karena tiap nyetel pasti dibarengi dengan melakukan hal lain jadi tidak bisa benar-benar menghayati. Secara singkat, To aru Kaizoku-Ou no Kimagure di beberapa bagian ada backsound yang mengingatkan akan lagunya Sound Horizon, Yuki ga Furanai Hoshi tipikal lagu slow dengan buaian suara mbak nagi yang merdu, sedang Hifukiyama no Mahou Tsukai tipikal lagu cerita ksatria dan kono katanya alunan gitar di lagu ini adalah oleh Yuyoyuppe. O yo, Hifukiyama no Mahou Tsukai juga ada PV-nya tapi cuman khusus di DVD limited edition. Sampai saat ini pun saya belum nonton PV-nya walau konon sudah ada yang mengunggah di youtube.
Tanpa terasa sudah masuk track 11, saatnya kembali tearjerk dan galau to the max karena ini saatnya untuk Last Smile. Sudah pernah saya review di blog ini, jadi tidak perlu banyak kata untuk me-review lagu ini lagi. Saya kutip saja salah satu bagian lirik lagu ini, "waratte sugoshita, kimi no saigo made."
Mendekati ujung akhir album ini, saatnya memasuki Hero no Joken. Salah satu lagu favorit saya di album ini. Sebuah tembang yang agak slow dan sepertinya seperti merangkum lagu. Merangkum mengenai kondisi/syarat seorang hero/pahlawan. Bahwa seorang hero bisa saja seorang magic user yang tinggal di gunung api [dari Hifukiyama no Mahou Tsukai] atau bisa saja seorang peneliti yang terisolir di ruang kaca [dari Last Smile]. 
Tiba lah di penghujung lagu dengan sebuah lagu yang slow berjudul, Kono Hoshi no Birthday Song alias lagu ulang tahun di planet ini. Sayang sekali saya terhitung jarang muter lagu ini, kalaupun pas muter pasti cuman dengar sekilas lalu tanpa memahami liriknya. Padahal sepertinya cerita lagu ini bagus. Setelah itu di akhir sebelum semua lagu di album ini berhenti, terdengar beberapa detik suara bayi. Ternyata setelah saya cek, suara bayi iyu adalah track ke-14 alias bonus track. What the?! Saya kira bonus track-nya lagu tapi ternyata hanya suara bayi selama beberapa detik. Orz.
Overall, album Owari no Hoshi no Love Song ini imba sugiru. Benar-benar sebuah concept album dengan masing-masing lagu mempunyai cerita masing-masing. Durasi tiap lagu pun rata-rata sekitar lima menit, sehingga total durasi mencapai sekitar 65-70 menit. Dalam menggubah lagu dan ceritanya pun Jun Maeda tidak terpaku pada satu tipikal lagu saja, misal tipikal lagu galau semua atau tipikal lagu ksatria semua. Kemampuan ulah vokal mbak nagi pun sudah tidak perlu diragukan lagi. Di album ini mbak nagi bisa membawakan baik lagu galau yang slow mellow maupun lagu ksatria ataupun lagu lain yang temponya lebih cepat. Mbak nagi pun ternyata juga bisa membacakan sebuah cerita narasi dengan penghayatan yang baik. Hasilnya kolaborasi Jun Maeda dan mbak nagi menghasilkan karya yang epic. Sebagai penutup, mungkin kalau misal Flaming June membuat konser dari lagu-lagu album ini, hasilnya akan menjadi seperti konsernya Sound Horizon, imo.

Monday, 26 March 2012

Waratte sugoshita, kimi no saigo made

FlamingJune, kolaborasi imba antara Jun Maeda dengan mbak nagi, kembali merilis sebuah PV dan lagu baru berjudul Last Smile. Terhitung telah di-upload di official channel FlamingJune di youtube sejak Kamis, 20120322. Sebuah PV dan lagu yang membuat terharu, sangat tearjerking.
Pas pertama nonton PV dan dengar lagunya, dari judulnya pun udah bisa ditebak kalo lagu ini bakal galau. Ternyata benar, begitu didengarkan dan sambil sedikit-sedikit memahami liriknya dan juga jalan cerita PV-nya ternyata emang galau ini lagu. Saya pun jadi suka ini lagu [ntah kenapa untuk lagu FlamingJune saya lebih suka yang tipe galau seperti ini daripada yang cerita ksatria (Killer Song, Muteki no Soldier), lebih mudah dipahami dan juga bisa turut meresapinya]. Loop beberapa kali ini PV sambil lebih memahami liriknya, dan saya pun mulai paham arti liriknya, jadi ngerti inti lagunya.
Jadi kesimpulan Last Smile yang saya pahami adalah, lagu ini bercerita tentang seorang gadis yang punya cita-cita untuk dapat menyembuhkan suatu penyakit yang dialami beberapa anak di dunia. Dia pun melakukan sebuah penelitian terhadap penyakit tersebut. Tapi tragisnya penyakit yang ditelitinya itu malah berbalik menyerang dirinya sehingga si gadis ini pun dirawat di rumah sakit di sebuah ruang yang mirip ruang isolasi yang membuat si laki-laki hanya bisa mendampinginya dari luar ruangan dipisahkan sebuah dinding kaca transparan. Suatu ketika si laki-laki menemukan data penelitian si gadis, lalu berniat untuk melakukan sesuatu [nani ka dekinai ka to omotte]. Namun, apa daya si laki-laki akhirnya tidak mengerti sama sekali tentang penelitian itu dan tidak bisa melakukan apa pun [nani mo wakaranai, nani mo shite yarenai]. Penyesalan pun menghampiri si laki-laki itu. Dari balik kaca pemisah, si gadis itu pun meminta si laki-laki untuk tidak perlu membicarakan hal-hal sulit [mou muzukashi hanashi wa nashi de hanasou]. Setelah itu mereka pun menghabiskan waktu bersama dengan dipisahkan oleh kaca transparan. Sampai pada akhirnya si gadis itu pun meninggal.
 Untuk bagian si gadis meninggal agak bingung juga sih karena di lirik dan PV gak diterangkan secara jelas bagaimana akhir nasib si gadis ini. Saya simpulken demikian setelah melihat lirik terakhir lagu ini yang berbunyi "waratte sugoshita, kimi no saigo made" yang kira2 artinya "menghabiskan [waktu] dengan senyuman, sampai saat terakhirmu" [oh, this part is so tearjerking ] dan ditambah dengan seringnya penggunaan past tense di lagu ini. Yang semakin menguatkan hal ini adalah setelah lirik "kimi no saigo made", digambarkan sudah tidak adanya tetesan air infus. Di awal PV ini dan juga beberapa kali ditampilkan infus dengan airnya yang masih menetes. Di akhir PV pun digambarkan si gadis diikuti oleh para anak-anak, dan di sekitar gadis itu juga ada sejenis orb, jadi kurang lebih bisa diartikan di akhir cerita si gadis itu telah tiada.
Uwoh, sungguh, saestu, ini lagu mengharukan sekali. Sasuga Jun Maeda. Aura terharu ini pun semakin ditunjang dengan kualitas vokal mbak nagi dalam menyanyikan tipikal lagu balad ini. Alunan dentingan piano di hampir sepanjang lagu juga turut menunjang aura tersebut. Serta penggambaran scene dengan setting rumah sakit. Benar-benar terharu sekali ini lagu. Ntah sudah berapa kali saya muter PV-nya. Bahkan postingan ini pun ditulis sembari muter lagunya. Tidak sabar menantikan albumnya FlamingJune bulan depan. Semoga lebih banyak tipikal lagu galau.

Sunday, 20 March 2011

Today is a Beatiful Day


Rabu, 20110316, beberapa hari setelah gempa dan tsunami Sendai Magnitude 9.0, supercell merilis albumnya yang kedua dengan judul Today is a Beatiful Day. Untunglah supercell dan Mbak Nagi selamat dan tetap merilis album ini sesuai jadwal. Jika di album pertama supercell [baca : ryo] memakai Hatsune Miku untuk mengisi vokal, di album kedua ini supercell, seperti single-single sebelumnya sejak masuk major, menggandeng Mbak Nagi sebagai vokalis. Di album ini terdiri dari enam lagu lama dan tujuh lagu baru. Track list :
  1. Owari e Mukau Hajimari no Uta
  2. Kimi no Shiranai Mongatari
  3. Hero
  4. Perfect Day
  5. Fukushuu
  6. Rock'n'Roll Nan Desu no
  7. LOVE & ROLL
  8. Feel So Good
  9. Hoshi ga Matataku Konna Yoru ni
  10. Utakata Hanabi
  11. Yoru ga Akeru yo
  12. Sayonara Memories
  13. Watashi e
Album ini dibuka dengan lagu Owari e Mukau Hajimari no Uta, langsung disambut dengan alunan pelan suara Mbak Nagi dan hanya diiringi dengan dentingan piano. Terasa tenang sekali mendengarkan lagu ini. Apalagi di akhir lagu ada lirik, "Saa, me o tojite", dan ketika kita baru ikut "me o tojiru" langsung disambut dengan lagu Kimi no Shiranai Monogatari. Sebuah lagu yang nostalgic, yang jadi ED theme dari Bakemonogatari, yang merupakan single major pertama supercell di pertengahan Agustus 2009. Jadi teringat sesuatu, waktu dulu awal-awal nonton Bakemonogatari, saya gak terlalu memperhatikan lagu ED-nya [Kimi no Shiranai Monogatari] dan barulah setelah nonton eps 04 atau 05 [lupa] pas ED scene-nya ganti saya baru nyadar kalau Kimi no Shiranai Monogatari dengan Mbak Nagi sebagai vokalnya itu sungguh epic. Dan sejak itu lah saya jadi penggemar supercell dan Mbak Nagi.
Kemudian, ada Hero, lagu yang udah rilis tapi tidak dalam bentuk single sejak akhir November 2010 yang lalu. Lagu ini merupakan theme song dari manga berjudul Aoharu. Sebuah lagu yang sungguh-sungguh keren dan sangat bersemangat. Mungkin ini merupakan salah satu karya lagu terbaik supercell menurut saya.
Perfect Day, lagu yang sepertinya menjadi hits andalan di album ini dan dibuat PV-nya. PV-nya sendiri sudah beredar sejak beberapa minggu lalu. Sebuah PV yang malah seperti short anime yang menceritakan dua cewek osananajimi yang berpisah dan akhirnnya suatu ketika bertemu lagi. Ntah kenapa saya jadi agak-agak teringat 5cm/s. Mungkin akan sangat bagus jika Perfect Day ini diadaptasi ke dalam anime seperti lagu supercell terdahulu, Black★Rock Shooter, dan ceritanya mungkin jauh lebih bagus dari B★RS. Lagunya sendiri menurut saya sangat pas untuk menggambarkan apa yang ada di PV-nya, seperti Kimi no Shiranai Monogatari dan PV-nya terdahulu. Tapi, dentingan piano khas supercell kurang terasa di sini, tidak seperti hits single mereka terdahulu yang biasanya diwarnai dentingan piano yang khas itu.
Setelah Perfect Day, ada Fukushuu, sebuah lagu yang liriknya bisa dibilang agak sadis. Mbak Nagi seperti menjadi orang tipe S, dengan tipe-tipe ojousama yang menyuruh para laki-laki untuk tunduk padanya sebagai pelampiasan dendam. Sesuai dengan judul lagu ini, fukushuu, yang berarti revenge alias balas dendam. Lagu dengan lirik tersadis yang pernah dibuat supercell yang pernah saya dengar.
And then, it's time for ROCK'N'ROLL!! Rock'n'Roll Nan Desu no!! Ini lah lagu baru yang menjadi lagu terfavorit saya di album ini. Lagu yang sedikit banyak bertipe ala Worldwide Love dengan image Mbak Nagi yang terkesan jadi agak-agak wild dan lagi-lagi kesan ojousama kembali muncul. Ini lah musik rock'n'roll ala supercell [baca : ryo] dan Mbak Nagi, lagu yang sangat nge-beat.
Setelah itu, kita diajak kembali bernostalgia sejenak di era tahun 2009 lewat lagu LOVE & ROLL. Lagu yang jadi coupling song pada single Kimi no Shiranai Monogatari dan menjadi theme song dari Cencoroll. Mungkin lagu ini adalah cikal bakal dari lagu-lagu semacam Worldwide Love dan Rock'n'Roll Nan Desu no.
Sehabis ber-rock'n'roll ria di dua lagu sebelumnya, saatnya menurunkan tempo sejenak dengan buaian Feel So Good yang bernuansa jazzy. Lewat lagu ini semakin menunjukkan bahwa album ini atau lebih tepatnya supercell tidak terpaku pada satu aliran tertentu tapi bisa mengeksplorasi berbagai aliran musik yang berbeda. Dan sepertinya lagu Feel So Good ini lagu pertama supercell yang bernuansa jazz. Feel So Good, yeah, this song makes me feel so good.
Cukup dengan nuansa jazz yang agak santai, mundur sejenak ke pertengahan tahun 2010 lewat lagu Hoshi ga Matataku Konna Yoru ni. Lagu yang jadi soundtrack visual novel Mahou Tsukai no Yoru. Sudah pernah saya review di blog ini, jadi tidak perlu banyak kata untuk me-review lagu ini lagi. Saya kutip saja salah satu bagian lirik lagu ini, "Believe, believe, there's magic here tonight."
Tempo sangat menurun saat memasuki Utakata Hanabi. Kurang terlalu suka sama lagu ini sih, jadi sering saya skip. Juga sudah pernah saya review di blog ini. Jadi saya skip saja.
Lanjut! One sheep two sheep three shee~p. Alunan suara Mbak Nagi yang lembut di lagu Yoru ga Akeru yo, benar-benar membuat terbuai dan bisa mengiringi kita untuk tidur. Untuk tidur, tapi bukan berati lagu ini membosankan. Lagu ini memang slow, tapi menurut saya malah lebih bagus dari Utakata Hanabi yang juga slow itu. Liriknya pun dalam. Genjrengan gitar akustik yang mengiringi suara Mbak Nagi pun semakin membuat kita terbuai dan mendalami liriknya.
Nostalgia kembali ke bulan Februari 2010 lewat lagu Sayonara Memories. Juga sudah pernah saya review di blog ini. Kutip lagi kalimat favorit di lagu ini, 「私、キミの、キミのことずっと、ずっと、前から、好きでした。」
Sebagai penutup album ini adalah lagu Watashi e. Lagu yang bisa dibilang sekuel dari Kimi no Shiranai Monogatari. Dan liriknya pun membuat terharu, ber-setting beberapa waktu setelah setting lagu Kimi no Shiranai Monogatari. Hanya diiringi dengan dentingan piano khas supercell yang mantab itu, sehingga feel lagu ini pun bisa benar-benar didapatkan. Intinya saya terharu mendengarkan lirik lagu ini.
Overall, album ini dipenuhi karya-karya supercell yang luar biasa, dengan kombinasi sempurna antara skill instrumental supercell dengan skill vokalitas Mbak Nagi. Album ini pun juga terasa sangat berwarna karena tidak hanya terpaku pada satu aliran tertentu dan supercell berhasil mengeksplorasi berbagai macam aliran musik sehingga menghasilkan sebuah karya yang super sekali. Kemampuan vokal Mbak Nagi pun semakin tidak bisa diragukan lagi. ALL HAIL SUPERCELL & NAGI-SAMA!!
Sebagai penutup saya kasih pic hasil karya redjuice yang didedikasikan untuk korban gempa dan tsunami Sendai Magnitude 9.0. Sebuah pic bertajuk "smile", mungkin dengan harapan agar warga Jepang tetap tersenyum walau diterpa gelombang nestapa maha dahsyat ini.

Pray for Japan.

Sunday, 29 August 2010

Believe, Believe there's magic here tonight

supercell is back again!!
Rabu, 20100825, supercell yang digawangi oleh ryo ini kembali merilis sebuah single baru berjudul Utakata Hanabi/Hoshi ga Matataku Konna Yoru ni. Sama seperti di dua single sebelumnya, supercell kembali menggandeng Mbak Yanagi Nagi yang suaranya sungguh merdu itu untuk menjadi vokalis.
Track list :
  1. Utakata Hanabi
  2. Hoshi ga Matataku Konna Yoru ni
  3. Worldwide Love
  4. Utakata Hanabi -instrument-
  5. Hoshi ga Matataku Konna Yoru ni -instrument-
  6. Worldwide Love -instrument-
Dari ketiga lagu yang ada di single ini, yang saya tahu pertama kali adalah lagu Utakata Hanabi, karena PV-nya sudah beredar di internet sejak kira-kira awal Juli yang lalu. "Sebuah lagu slow", itu lah kesan pertama saya saat mendengar Utakata Hanabi. Kurang antusias juga waktu itu begitu tahu Utakata Hanabi lagunya slow. Tapi saya tetap menanti rilisnya single ini [karena bagaimana pun saya tetap fans supercell dan terutama Nagi-sama]. Dan yang semakin membuat saya kurang antusias terhadap Utakata Hanabi adalah PV-nya yang menurut saya tidak se-epic PV Kimi no Shiranai Monogatari atau Sayonara Memories. Setelah single-nya rilis, saya mendengarkannya beberapa kali dan menurut saya Utakata Hanabi lumayan lah, tidak terlalu mengecewakan. Satu hal yang sangat amat saya sesalkan dari lagu ini adalah karena lagu Utakata Hanabi ini menjadi ED theme Narutard. Saya tidak rela supercell dan Nagi-sama dikenal oleh para narutard itu.
Kemudian, Hoshi ga Matataku Konna Yoru ni. Ini lah lagu yang menurut saya paling epic di single ini. Setelah diajak sedikit lesu saat mendengarkan Utakata Hanabi, saatnya bersemangat kembali saat mendengarkan Hoshi ga Matataku Konna Yoru ni. Saat mendengar bagian awal lagu ini, saya kira lagu ini bakal slow lagi, tapi ternyata tidak. Lagu ini jauh lebih keren dari Utakata Hanabi. Permainan instrumental supercell dipadu dengan suara menawan Nagi-sama terasa sangat maksimal di lagu ini.
Dan sekarang saatnya untuk Worldwide Love. Lagu yang nuansanya sangat J-pop sekali. Seperti tipe-tipe lagunya siapa gitu, lupa [sudah lama tidak mendengarkan lagu J-pop penyanyi-penyanyi mainstream]. Tetap lagu yang asyik untuk didengarkan. Dan menurut saya lewat lagu Worldwide Love ini, supercell [baca : ryo] berhasil mengeksplorasi kemampuan menyanyi Nagi-sama yang ternyata bisa menyanyikan berbagai tipe lagu yang berbeda. Ntah kenapa saya merasa image Nagi-sama di lagu ini terkesan lebih wild [mungkin karena di beberapa bagian ada desahannya Nagi-sama, lol].
Overall, setelah mendengarkan single ini saya semakin kesengsem dengan Nagi-sama. Semakin penasaran dengan wajahnya yang misterius itu. Lewat single ini semakin mengukuhkan bahwa supercell memang super sekali. ALL HAIL NAGI-SAMA!!
Sebagai penutup, saya kutip kalimat yang diambil dari lirik lagu Hoshi ga Matataku Konna Yoru ni yang juga menjadi judul postingan ini : "Believe, believe there's magic here tonight."

Friday, 12 February 2010

私、君の、君のことずっと, ずっと前から好きでした

supercell is back!!
Hari Rabu, 20100210, kemarin supercell yang digawangi oleh ryo ini kembali merilis single baru yang berjudul さよならメモリーズ -Sayonara Memories-. Sama seperti di single 君の知らない物語 -Kimi no Shiranai Monogatari-, kali ini supercell masih menggandeng Nagi/Gazelle sebagai vokalis.
Track list :
1. Sayonara Memories
2. Oshiete Ageru
3. Yakusoku o Shiyou
4. Sayonara Memories -instrumental-
5. Oshiete Ageru -instrumental
Pas awal dengar lagu Sayonara Memories, saya pikir impact-nya kurang jika dibanding Kimi no Shiranai Monogatari. Tapi lama-lama setelah didengar berkali-kali barulah impact-nya terasa. Lagu ini sama kerennya dengan Kimi no Shiranai Monogatari. Tingkat musikalitas supercell dan tingkat vokalitas Nagi sudah tidak perlu diragukan lagi. Tapi bagian melodi piano di Sayonara Memories masih kalah keren dibanding Kimi no Shiranai Monogatari.
Sedangkan untuk lagu Oshiete Ageru juga keren. Sekilas terdengar seperti World is Mine-nya Miku Hatsune [yang juga dibuat supercell]. Dentingan piano di lagu ini pun dominan sehingga tampak semakin keren. Lagu ini bernuansa lebih ceria dari lagu-lagu yang biasanya. Image Nagi pas nyanyi lagu ini pun jadi agak berubah menurutku.
Setelah Sayonara Memories dan Oshiete Ageru, tempo menjadi sangat slow di lagu Yakusoku o Shiyou. Alunan suara Nagi yang merdu diiringi akustik dari supercell. Lagi-lagi tidak seperti supercell yang biasa.
Overall, menurutku, seperti biasa supercell sukses menciptakan lagu-lagu yang luar biasa. Benar-benar mantab!! Kombinasi antara skill instrumental supercell dengan kualitas vokal Nagi yang luar biasa.
Sedikit menyadur dari liriknya Sayonara Memories, kata-kata yang tak pernah bisa saya katakan : 私、君の、君のことずっと前から好きでした。