Showing posts with label shiratsuki. Show all posts
Showing posts with label shiratsuki. Show all posts

Friday, 10 February 2012

Lost in Jakarta part 02

Akhirnya bisa ada waktu juga buat nulis ini. Postingan berseri mengenai sebuah perjalanan yang imba sugiru dari Jumat, 20120203 sampai Senin dini hari 20120206. Sebuah perjalanan penuh suka, duka, emosi, euforia, senang, susah, dan galau dengan tajuk "Shiratsuki-BRK13 the Picnic". Oke, berikut adalah part 02, bercerita dari hari Minggu, 20120205 sampai Senin dini hari, 20120206, yang ditulis dalam sudut pandang saya.
Minggu, 20120205, waktu hampir menunjukkan pukul 05.00 am, saya mulai terbangun. Terdengar suara tivi disertai suara Nohara dan Pak Profesor. Keluar kamar, Nohara dan Pak Profesor langsung ribut karena akan ada liputan Hellofest yang mana saya dan Jem katanya ikut terekam. Oke, menunggu berita liputannya tayang. Begitu penyiar berita menyinggung Hellofest langsung Jem dibangunkan dari tidurnya sambil ribut, "Heh, kowe mlebu tivi Jem". Tapi ternyata sampai berita liputan itu habis tidak ada sama sekali sosok saya ataupun Jem yang tampak terekam kamera. Berarti itu hanya imajinasi Nohara dan Pak Profesor. Jem kembali ke peraduan sejenak. Sementara itu, persediaan stock makanan/minuman di kamar Herbras : mie goreng dua, mie rebus beberapa, sosis masih banyak, minuman menipis. Karena mie goreng tinggal dua, rebutan dulu, tapi akhirnya saya lah yang mendapatkannya. Masak mie goreng ditambah sosis yang langsung ikut direbus bersama mienya karena tidak ada minyak/mentega untuk menggoreng. Sarapan mie, terus mandi, secara bergantian, packing. Sekitar jam 07.00 am, empat laki-laki kamar Herbras ini sudah siap take-off dan check-out. Tapi seperti biasa kamar Ebony belum siap, jadilah nunggu dulu sambil nonton tivi, sampai akhirnya baru lah sekitar pukul 08.00 am semua personil dua kamar ini check-out dari Kalibata City dan menuju ke Kota Tua dengan menaiki KRL. Sempat di-troll KRL selepas Stasiun Jayakarta. KRL berhenti selama beberapa menit dalam kondisi KRL berada di atas karena ada KRL mogok di Stasiun Jakarta Kota. Tiba-tiba Blade mengabari tentang adanya penemuan sebuah kamera DSLR dan memberi nomor kontak yang bisa dihubungi. Langsung menghubungi nomor yang dimaksud dengan harapan bahwa itu benar kameranya Nohara yang hilang. Tetapi nasib berkata lain. Tipe, ciri-ciri dari kamera yang ditemukan itu berbeda dari milik Nohara. Akhirnya sampai sekarang kameranya Nohara masih ntah tidak jelas rimbanya.
Setelah di-troll beberapa saat oleh KRL, sampai juga di Stasiun Jakarta Kota sekitar pukul 09.15 am. Di sana sudah menunggu Kucing-Neko-Jessico-Morin. Menuju ke kompleks Kota Tua tepatnya ke Gedung Akar tempat di mana Zaza, Restu, Yuurei, Mbak Nana melakukan photosession. Dalam perjalanan menuju gedung itu tiba-tiba terbersit untuk flashmob di sana sebagai ganti gagalnya flashmob di Hellofest. Cah-cah BRK13 pun setuju. Setiba di Gedung Akar, kami pun misah, yang photses ya photses, yang mau flashmob ya flashmob. Menuju ke tempat yang mirip plain [bahasa Belanda, kira-kira artinya sejenis lapangan/taman, contoh : Parade Plain, Wilhelmina Plain]. Setelah dapat spot, langsung take Cirno no Perfect Sansuu Kyoushitsu dengan dibuat rasa flashmob. 
Take selesai, tapi ternyata, apa yang terjadi saudara-saudara, yang tadi itu belum terekam, orz. Tidak mungkin mau retake karena ini "rasa flashmob". Retake tapi pindah tempat. Cari spot lain di Kota Tua dan akhirnya memutuskan langsung saja ke Monas, retake di sana. Semua setuju. Ambil tas di Gedung Akar, pamit dulu sama Zaza, Restu, Yuurei, Mbak Nana yang mau photses, setelah itu baru lah take-off ke Monas. Yang ke Monas, saya, Jem, Ayik, Nohara, Pak Profesor, Jessico, Kucing, Neko, dan temannya Ayik [mbuh lali jenenge]. Sedangkan Morin sudah dijemput bapaknya jadi gak bisa ikut.
Naik busway , dari Jakarta Kota ke Harmoni, sempat Nohara terpisah bus tapi bisa selamat sampai Harmoni. Di Harmoni pindah ke bus yang jalurnya lewat Gambir, nunggu lama karena ramai sekali. Begitu dapat bus, tidak ada yang terpisah, tapi ada masalah lagi. Ternyata busnya harus memutar karena ada penutupan jalur. Akhirnya terdampar sampai ke Pasar Senen dan turun di sana untuk pindah bus lagi yang ke arah Monas. Ngantri lama, padat, ramai, panas, gerah. Ujung-ujungnya rombongan terpisah lagi. Akhirnya baru sampai di kawasan Monas sekitar hampir pukul 12.00pm. Cari tempat berteduh untuk mengistirahatkan badan. Duduk-duduk melepas lelah di atas rumput di bawah pohon sembari bercengkerama. Karena sudah terlalu lelah, batal lagi untuk retake flashmob di Monas. Sepertinya BRK13 memang tidak diizinkan untuk take vid odottemita di luar Semarang, setelah dua bulan lalu gagal di Jogja, sekarang gagal di Jakarta. Jadilah setelah istirahat, hanya foto-foto sejenak di Monas. 
Waktu pun sudah menunjuk pukul 12.30pm, itu tandanya harus segera bergegas ke Plaza Senayan kalau mau ketemu JKT48 lagi. Di sini rombongan misah lagi. Kucing-Neko-Jessico melancong ke Kebun Raya Bogor, jadi yang ke PS hanya enam laki-laki ini. Dengan alasan efisiensi dan efektifitas waktu, enam laki-laki ini naik taksi.
Tiba di PS, langsung disambut toilet, mampir dulu. Karena dirasa barang bawaan kami terlalu banyak, Pak Profesor usul untuk mencari dan menitipkan barang di tempat penitipan barang. Tanya satpam, katanya ada di basement. Oke, langsung masuk ke dalam PS. Baru jalan sebentar dari jarak yang agak jauh terlihat enam gadis berkostum kuning-hitam lewat dengan dibelakangnya diikuti beberapa gerombolan wota. YES!! JKT48 HAKKEN SHIMASHITA!! Langsung ikut kejar, lupakan tempat penitipan barang. Kalo para wota menenteng kamera, kami menenteng seabrek tas besar. Felt liek a stalker, mengikuti di belakang ke manapun enam gadis JKT48 itu melangkahkan kaki. Enam gadis itu adalah Shania, Sonia, Ochi, Gulla, Gaby, dan Delima. Sambil mengikuti mereka, saya juga berpikir, "Where're the others? Where's Dhikerin?". Saat sedang berhenti di satu titik, saya maju menghampiri salah satu gadis itu, sapa ya, lupa, kalau gak salah sih Gulla, dan langsung dikasih sebuah flyer Japan Pop Culture Fest dengan tanda tangan mereka berenam. Pas dikasih flyer sambil diomongin, "Dateng ya", saya pun hanya bisa menjawab, "Iya" sambil cengar-cengir sendiri. 
Lanjut jalan mengikuti mereka tapi ternyata kemudian enam gadis itu digiring oleh pihak manajemen menuju basement dan itu artinya berakhir sudah kegiatan JKT48 di PS. Dan itu berarti memang hanya enam gadis saja yang terjun ke PS. Sayang sekali gak ada Dhikerin, tapi tak apalah, yang penting sudah bisa ketemu JKT48 dalam dua hari berturut-turut.
Destinasi selanjutnya dan tujuan utama, Kinokuniya. Ketemu sama masku lagi dulu, dititipi kalender untuk ibu di rumah dan juga saya diberi sebuah t-shirt original AKB48. Setelah itu, sebelum ke Kinokuniya, cari tempat penitipan barang di basement, ketemu tapi ternyata tidak menerima penitipan barang besar-besar, orz. Terpaksa menenteng tas-tas besar yang bikin pundak pegal ke Kinokuniya yang ada di lantai 5. Sesampainya di Kinokuniya, ada perasaan lega, akhirnya bisa kembali ke tempat ini lagi. Saya berkomitmen harus membeli sesuatu di Kinokuniya kali ini, setelah tahun lalu tidak beli apa-apa. Sesi galau pun dimulai melihat banyaknya ratjoen maut di sana. Yang paling galau tentu saja saya dan Nohara. Saya galau antara ingin beli photobook AKB48, Newtype, atau Animedia. Nohara galau ingin beli guidebook Weiss Schwarz tapi duitnya tidak cukup. Benar-benar otaku-fanboy mode di Kinonukiya, enam laki-laki menggerombol dengan tampang excited di depan tumpukan buku, hanya Jem saja yang kurang excited. Setelah galau akhirnya saya putuskan untuk beli photobook AKB48 bertajuk "AKB48 Twenty-Four Hours" yang isinya foto-foto 16 member AKB48 dengan megane [kacamata]. Nohara akhirnya teken kontrak dengan QB, ngutang kas Shira buat beli guidebook Weiss Schwarz. Puas di Kinonukiya, saatnya cari makan. Cari di food court di basement PS, sepertinya mahal-mahal. Akhirnya cari fastfood macem KFC, tapi karena gak tahu ada atau tidak di PS memutuskan mau cari di Senayan City. Akhirnya tanya satpam dan ternyata ada KFC di lantai 3, langsung saja menuju ke sana. Btw, enam laki-laki ini berjalan liek a boss dengan pedenya nenteng-nenteng tas besar di dalam mall yang cukup elit itu. Tampak menandakan bahwa kami dari perantauan ditambah dengan gaya bicara dengan basa Jawa yang tentu beda dari orang-orang di sana.
Tiba di KFC, pesan makanan, dan yang paling membahagiakan adalah akhirnya bisa duduk. Makan, istirahat, pamer dan foto-foto loots, ngobrol-ngobrol [dengan basa Jawa tentunya]. Tiba-tiba Restu dan Yuurei datang dan langsung menghabiskan kentang goreng. Mereka berdua turut pesan makan. Istirahat dirasa cukup sekitar jam 04.00 pm, beranjak dari tempat duduk menuju ke Stasiun Pasar Senen naik bus Patas AC jurusan Ciputat-Pasar Senen dari bundaran Senayan. Sampai Pasar Senen sekitar jam 05.00pm, menuju sebuah minimarket beli minuman dan jajanan untuk persediaan di spoor. Setelah itu, duduk berkumpul di salah satu sudut stasiun dan pokeran liek a boss. 
Sementara itu, Zaza dan Mbak Nana sudah di dalam stasiun setelah naik KRL dari Jakarta Kota. Saat pokeran ketemu juga dua makhluk dari Jogja, si Akuma dan Bung Kai yang juga menanti KA ke Jogja. Kemudian ikut tongkrongan juga Blade dan Nyonya Blade yang ternyata jadinya pulang Semarang naik Senja Utama dan satu gerbong. O yo, saat menunggu KA, karena ada tiket nganggur satu milik Akira yang batal, diuangkan saja itu tiket dan ujung-ujungnya buat beli donat.
Waktu menunjuk pukul 7.10pm KA Senja Utama pun mulai bergerak menuju Semarang. Di awal-awal tampak rombongan ini yang paling ramai di dalam gerbong, tapi semakin malam satu per satu mulai tidur. Saya dan Nohara sempat membuka loots masing-masing hasil dari Kinokuniya dan uwoh, isi photobook-nya mantab. Mayuyu chou zetsu kawaii!! Malah tampak seperti Norakura. Kembali ke kereta api, suasana tenang karena pada tidur kecapekan. Sampai di Semarang, Senin pagi, 20120206, di Stasiun Tawang yang sudah tidak banjir. Saya pulang ke rumah, tidak sempat istirahat karena harus berangkat kerja hari pertama. Hasilnya beberapa hari kemarin saya tepar akut.
Epilog. Jujur saja perjalanan ini telah menjadi perjalanan yang paling berkesan dalam hidup saya. Banyak halangan, rintangan, masalah yang harus dilalui dari pertama, dari sejak sebelum berangkat, sampai pulang ke Semarang lagi. Perjalanan yang IMBA sugiru. Penuh suka dan duka, serta galau. Sayang sekali, setelah perjalanan ini sepertinya semua akan mulai sibuk dengan kehidupan masing-masing, termasuk saya. Jadi, ntah kapan bisa melakukan perjalanan imba seperti ini lagi. Btw, dua minggu lagi, insya Allah saya akan kembali ke Jakarta lagi, nonton konser AKB48-JKT48 tanggal 20120225. Sudah registrasi dan sudah dibayari, tinggal cari tiket spoor. Ahahahahahaha.wav. Sekian.

Thursday, 9 February 2012

Lost in Jakarta part 01

Akhirnya bisa ada waktu juga buat nulis ini. Postingan berseri mengenai sebuah perjalanan yang imba sugiru dari Jumat, 20120203 sampai Senin dini hari 20120206. Sebuah perjalanan penuh suka, duka, emosi, euforia, senang, susah, dan galau dengan tajuk "Shiratsuki-BRK13 the Picnic". Oke, berikut adalah part 01, bercerita dari hari Jumat, 20120203 sampai Sabtu, 20120204, yang ditulis dalam sudut pandang saya.
Jumat, 20120203, selepas jumatan mendung mulai menggelayut di kota Semarang dan tak lama kemudian turun hujan sangat deras. I had a bad feeling about this. Agak sore, saya sedang ngebut download BRS eps 01, tiba-tiba Tomi Ali mengabari Stasiun Tawang banjir. Saya masih cuek. Selepas nonton BRS eps 01, mandi, bersiap menuju Stasiun Tawang dan hujan belum kunjung reda. Selepas maghrib, akan berangkat, HP berbunyi terus karena pada galau dengan banjir dan sulitnya mendapat taksi [saya juga kesulitan dapat taksi]. Akhirnya dapat taksi, berangkat, jemput Jessico, lalu berangkat ke Tawang bareng. Suasana galau terjadi di dalam taksi. Laporan dari Nohara dan Pak Profesor mengabari Tawang dan sekitar banjir, taksi tidak akan bisa lewat. Sementara Akira mengabari sedang galau tingkat tinggi karena rumahnya kebanjiran hingga akhirnya tidak jadi ikut ke Jakarta. Selepas lewat Stasiun Poncol, banjir pun mulai terlihat, taksi yang saya dan Jessico naiki pun jadi terasa seperti naik kapal. Taksi pun putar balik lewat Jalan Pemuda. Sesampainya di sekitar Johar, banjir parah. Akhirnya putar lagi cari becak dan saya serta Jessico naik becak dari Sri Ratu ke Stasiun Tawang karena hanya becak lah yang bisa menembus banjir itu. Setelah berjuang naik kapal, eh, becak, sampai juga di Stasiun Tawang. Banjir, benar-benar banjir. Kereta Senja Utama pun delay selama hampir satu jam. Barulah ketika hampir jam 9 malam, kereta Senja Utama yang dinaiki rombongan kloter 1 pun berangkat. Tujuh orang berada di kloter 1 ini, saya, Nohara, Yuurei, Jessico, Kucing, Neko, Pak Profesor. Sementara itu, rombongan kloter 2 yang sedianya akan berangkat dengan kereta Senja Kediri pada pukul 22.30 ternyata harus delay parah. Sekitar pukul 2am, kloter 1 sudah berada selepas Cirebon, sedangkan kloter 2 baru saja take off dari Stasiun Tawang. Semua ini gara-gara banjir.
Sabtu, 20120204, jelang pukul 5am, KA Senja Utama tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Subuhan lalu istirahat di peron sambil berkoordinasi dengan kloter 2. Sembari menunggu KRL pertama, perut pun terasa lapar. Mencari makan di dalam stasiun dan menemukan warung-warung dengan nama-nama luar angkasa [maka dari itu saya sebut Intergalactic/Interstellar Waroeng]. Memutuskan makan di sebuah warung padang yang sepertinya murah. Setelah makan, pas bayar semuanya terbelalak mengetahui harganya. Saya dan Nohara yang hanya makan nasi, telur, kering tempe, dan es teh harus bayar IDR 20000, padahal rasanya jauh dibanding Salero Mbah Jack. ONORE INTERGALACTIC WAROENG!! Hampir pukul 7am, KRL Commuter Line tiba, kami pun segera menaikinya secara gratis menuju ke Kalibata. Ini pertama kalinya saya naik KRL eks-Jepang yang seperti di anime-anime, ternyata keretanya alus. Tiba-tiba teringat ini : 
Sekitar satu jam perjalanan tibalah di Kalibata dan langsung menuju apartemen Kalibata City untuk check in. Menyewa dua kamar untuk cewek dan cowok. Yang cewek di tower Ebony lantai 11 sedang yang cowok di tower Herbras lantai 10. Pas naik lift langsung teringat ini :
Check-in, mandi, siap-siap, rombongan kloter 1 ini berkumpul di Herbras. Tak lama berselang kloter 2 pun tiba di Ebony. Sekitar pukul 12pm, si Jem mengabari kalo sudah sampai di Bandara Soekarno-Hatta dan bergegas ke Balai Kartini. Bocah-bocah Herbras yang memang sudah siap pun segera bergegas dan ngecek Ebony dulu. Ternyata cah-cah Ebony belum siap, akhirnya tinggal, karena kami harus mengejar flashmob jam 1pm. Naik taksi, macet, sampai di Balai Kartini, flashmob sudah selesai. Langsung cari Jem dan Morin yang sudah ada di sana duluan. Sungguh padat cosplayer dan manusia di Balai Kartini, sasuga Hellofest. Kemudian ke belakang gedung arah Kartika Expo, ketemu cah-cah taksi 2 [Jessico-Kucing-Neko-Ayik]. Ketemu, ngobrol bentar, tiba-tiba lewatlah di depan kami para gadis dengan pakaian ala seifuku putih-merah di hadapan kami. YES!! JKT48!! Langsung heboh dan speechless melihat JKT48 secara langsung dan terutama lihat Dhikerin maskeran.
Saya, Jessico, dan Morin langsung mengejar JKT48 di belakangnya ke arah Kartika Expo, meninggalkan bocah-bocah. Walking liek a boss behind JKT48. Ketika JKT48 masuk ke backstage tiba-tiba Morin ilang. Saya dan Jessico lalu masuk ke kerumunan wota untuk mencari posisi terbaik buat nonton. Di antara kerumunan wota, ketemu masku dan langsung dikasih tiket handshake satu yang tentu saja membuat Jessico iri. Ngobrol masalah konser AKB48 juga, saya dan Jessico pun langsung ikut booking dua tempat. Setelah disuguhi beberapa vid short-animation, tibalah saat-saat yang dinanti-nantikan, JKT48!! Langsung merangsek ke depan hingga akhirnya Jessico benar-benar di depan panggung. Lagu pertama, Heavy Rotation, kemudian disambung lagu kedua, Aitakatta. Uwoh, muanteb!! Sensasi nge-chant bersama, sensasi melihat JKT48 secara langsung, dan sensasi saat roknya mengembang, lol. Selama nonton perform ini tentu saja mata saya lebih banyak tertuju ke arah Dhikerin.
Selesai perform, sesi handshake dimulai. Saya dan Jessico cari-cari tiket dulu dan ternyata sudah habis. Jessico pun sangat desperate, melas, kecewa karena gak dapat tiket handshake. Ide gila pun muncul, Jessico mau nyelip ntah itu di depan, belakang, atau samping saya sapa tau bisa lolos dari penjagaan. Tiba-tiba lewatlah mbak-mbak cosu Inori membawa empat tiket, Jessico pun langsung mengejar dan meminta satu tiket dan ternyata dikasih. Thanks Inori!! Kami berdua memilih handshake agak terakhir-terakhir. Saat antri handshake, sempet ketemu lagi dengan Bung Kai yang sedang bersama bocah-bocah /ton/, ketemu juga dengan comrade Aditya Bintang Aji [ABA]. Tibalah saatnya untuk handshake. Dua orang dari Semarang dengan pakaian mencolok ini pun naik ke atas panggung, salaman satu per satu dengan semua member JKT48. I was speechless due to the happiness. Dan yeah, salaman serta face to face dengan Dhikerin!! OH DESIRE!! URESHIKATTA!! Maru de yume mitai. Sou, yume mitai. Benar-benar mimpi yang jadi kenyataan. Curhat bentar, beberapa hari sebelum ke Jakarta, di dalam mimpi saya bertemu Dhike dan Ghaida di suatu event dan ternyata yang dimaksud event di mimpi itu adalah Hellofest. Kembali ke handshake, di antara banyak orang yang handshake sepertinya hanya segelintir cosplayer yang ikut dan dua di antaranya dari Semarang. Kami berdua jadi merasa perjuangan "naik kapal" kebanjiran malam hari sebelumnya menjadi sangat worth dan tidak sia-sia karena bisa terbayar dengan kepuasan nonton perform dan handshake dengan JKT48.
Setelah itu kembali ke rombongan dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan tongkrongan, diwawancara tiga orang. O yo, diberi photopack JKT48 dari masku tapi isinya gak ada Dhikerin, lalu beli lagi dengan uang sendiri dan tetap gak dapat Dhikerin. Sepertinya fotonya Dhikerin itu rare item. Sementara yang ini tongkrongan di Kartika Expo, di gedung depan ternyata rombongan Ebony sudah sampai. Saat hendak menuju ke gedung depan, tragedi terjadi. Tas kamera yang berisi kamera DSLR milik Nohara yang selalu diletakkan di sebelah rombongan beserta tas-tas lain tiba-tiba raib, ntah dicuri siapa. Mood kami pun langsung turun. Sempat lapor kehilangan ke panitia juga. Kemudian baru lah menuju ke gedung depan untuk jumpa yang lain. Hilangnya kamera Nohara membuat mood menurun dan malas mau melakukan sesuatu. Agenda flashmob odottemita BRK13 pun buyar. Kami pun lebih banyak menghabiskan waktu di gedung depan, tongkrongan, dan juga foto-foto tentunya. BRK13 pun juga membagi-bagikan DVD. Sempet ketemu juga dengan pelopor Yaranaika odottemita Indonesia, si blacksaversgun.
Hari semakin malam, saya dan beberapa yang lain sudah tampak capek, dan mood saya pun sudah hilang. Akhirnya cah-cah Herbras pulang dulu sekitar jam 7.30pm. Tapi sebelum itu foto-foto dulu di depan papan bertuliskan Hellofest. Foto-foto tiga sesi, sesi Shira, sesi rombongan Semarang, dan sesi BRK13. 
 Setelah itu pulang ke apartemen, yang cah Ebony masih bertahan di Balai Kartini. Naik taksi lagi. Sampai di Kalibata City, saya, Jem, Pak Profesor, dan Nohara ke kamar Ebony dulu merampok persediaan makanan dan minuman untuk pesta empat lelaki di kamar Herbras. Baru kemudian balik ke Herbras dan di sana Kucing, Neko, dan Jessico sudah nyaman berbaring. Ganti baju, kemudian cerita-cerita dulu me-review perjalanan dari berangkat hingga di HF, sambil masak mie. Sekitar jam 9.30pm, Kucing, Neko, dan Jessico take off menuju ke kosnya Kucing di Rawabelong, nginep di sana dan meninggalkan empat laki-laki di kamar Herbras. Setelah itu, mandi, pokeran, nonton tivi, makan, bahas keuangan, dan planning agenda untuk hari Minggu, 20120205. Karena capek, Nohara dan Pak Profesor tidur duluan, kemudian saya juga masuk kamar, sedang Jem mandi tengah malam. Di kamar, sebelum tidur, buka fb dulu via HP dan mendapati kabar bahwa JKT48 akan bagi-bagi flyer Japan Pop Culture Festival di Plaza Senayan esok harinya. Langsung excited tengah malam sambil berkata, "Hwe lha beneran, emang meh ning Kinokuniya PS og" [artinya : wah kebetulan, emang mau ke Kinokuniya Plaza Senayan]. Setelah itu tidur dengan tenang.
Demikian lah bagian pertama dari postingan Lost in Jakarta. Yang bagian kedua menyusul dan akan menyajikan kisah perjalanan yang tidak kalah imba-nya.
Note : Saya benar-benar merasa seperti mbah-mbah lolicon di event ini.

Tuesday, 29 November 2011

Epic Kondangan is Epic

Apakah Anda pernah menghadiri resepsi pernikahan dengan ber-cosplay? Atau pernahkah Anda menghadiri resepsi pernikahan dan melihat ada beberapa cosplayer mondar-mandir di resepsi itu? Mungkin jawaban Anda adalah belum pernah. Namun, jika pertanyaan itu ditujukan pada saya maka jawabannya adalah pernah.
Minggu, 20111127, saya bersama Shiratsuki Cosplay Team, ditambah dengan Awal dan Bung Kai menghadiri sebuah kondangan yang sangat epic dan imba sugiru. Saya dan Shiratsuki+Awal tidak hanya menghadiri tetapi juga sebagai bagian dari prosesi resepsi dengan ber-cosplay Umineko no Naku Koro ni. Tentu ini bukanlah sesuatu yang wajar di acara kondangan resepsi pernikahan dimeriahken oleh sebuah tim cosplay. Hal ini bisa terjadi karena kebetulan proyek cosplay kami sekarang adalah Umineko no Naku Koro ni dan si mempelai pria adalah seorang penggemar Umineko. Lokasi acara pun bangunannya sungguh Rokkenjima sekali dan sangat mentereng, secara lokasi letak bangunannya saja di daerah elit di Semarang. Jadi lah kami selain kondangan juga sekalian photo session sendiri walaupun cosplay kami ini masih belum perfect. Berikut beberapa foto-foto hasil kondangan ini dan jika melihat foto-foto berikut Anda tidak percaya kalau ini adalah kondangan alias kawinan, maka percayalah.
Ntah bagaimana perasaan para pengunjung kondangan ini melihat ada beberapa makhluk dari Rokkenjima dengan kostum yang berbeda sendiri, dengan rambut yang berwarna-warni, dan juga ada Goat-kun. Tingkah kami pun tampak sangat "elegan" [baca : ngisin-ngisini], dengan mondar-mandir, ribut, rusuh, sibuk foto-foto sendiri, ganas melahap makanan. Saya tidak tahu apakah sebelumnya di Indonesia sudah ada yang menikah dengan konsep cosplay dan mengundang cosplayer, tapi yang jelas sepertinya di Semarang baru kali ini terjadi dan saya merasa senang menjadi bagian dari cosplayer yang diundang "merusuh" di acara itu.

Tuesday, 12 October 2010

Semarang Cosplay Summit 2010 ~in cosplay we unite~

Sudah hampir sebulan saya tidak meng-update blog ini. Dan sekarang saya update lagi dengan sebuah info, pengumuman, bahwa akan terselenggara sebuah event. Event apakah? Mari kita lihat saja apa yang tertera di bawah ini.
COSMA -Cosplayer Semarang- proudly presents : Semarang Cosplay Summit 2010 ~in cosplay we unite~ Minggu, 12 Desember 2010, Gedung Pertemuan Raden Saleh, TBRS, Semarang
Menampilkan :
  • Cosplay Couple Competition
  • Cosplay Single Competition
  • Exclusive Cabaret Performance
  • Band Performance
  • Figure and Toys Exhibition
  • Bazaar
  • Lot of Merchandises and door prizes
Acara ini GRATIS untuk para cosplayer. Sedangkan untuk non-cosplayer yang ingin menyaksikan acara ini cukup membayar Rp 8000 saja.
Acara ini adalah sebuah acara yang lebih menitikberatkan ke cosplay. Jadi bisa dibilang berbeda dari event-event sebelumnya yang biasanya menomor duakan atau menomor sekiankan cosplay dan lebih mementingkan band. Cosplay di event ini benar-benar menjadi fokus utama dan bukan hanya sebatas badut acara seperti di event-event biasanya.
Yang juga berbeda di event ini adalah adanya figure and toys exhibition. Jadi para kolektor figure pun dipersilaken untuk memamerken koleksi figure-nya.
Lewat event Semarang Cosplay Summit 2010 ini, semoga dunia per-cosplay-an Semarang semangin daripada maju. Amin.
お楽しみに!!

Monday, 2 August 2010

Aku dan Kau Menuju Kota Lama

Di hari pertama bulan Agustus 2010, seharusnya saya dan para ShiraRanger mengikuti cosplay cabaret di sebuah event. Tapi sayangnya event tersebut batal terselenggara. Dan sebagai obat pelepas stres dan pelampiasan kekecewaan, akhirnya diputuskan untuk mengadaken photo session di Kota Lama Semarang alias yang dijuluki The Little Netherland. Dan karena photo session ini menggunaken jasa Nohara dengan kamera SLR-nya sebagai fotografernya, saya pun turut membawa nenpuchi Hitagi dan Hanekawa.
Kegiatan di hari Minggu itu diawali dengan berkumpul dulu di FPP, rapat darurat berkaitan pembatalan event. Kemudian makan-makan di Robuchon. Di Robuchon ini lah, saya mulai mengeluarken Hitagi dan Hanekawa untuk difoto oleh Nohara. Setelah puas makan-makan, langsung menuju Kota Lama, tepatnya di Taman Srigunting sebelah Gereja Blendug yang legendaris, untuk agenda utama yaitu photo session. Sambil menanti para cewek yang sedang siap-siap memakai kostum, saya dan Nohara melakukan photo session bersama Hitagi dan Hanekawa terlebih dulu. Cuman sedikit sih, karena setelah itu jatah foto-foto para ShiraRanger dimulai. Hitagi dan Hanekawa bersembunyi dulu. Baru lah, saat foto bareng di depan Gereja Blendug, saya mengajak Hitagi untuk ikut foto bersama. Terima kasih kepada Nohara yang telah memfoto dengan kamera SLR-nya.

Wednesday, 10 September 2008

Review : Buka Bersama Shiratsuki

Minggu, 20080907, Shiratsuki Cosplay Team mengadaken buka bersama di W***** S**** belakang Smaga. Acara ini sekaligus sebagai perkenalan member baru dengan member lama. Buka bersama ini hanya dihadiri oleh 13 member Shiratsuki, terdiri dari 6 orang member lama dan 7 orang member baru. Yang dimaksud member lama adalah para makhluk yang bergabung dengan Shiratsuki sebelum event Iroiro no Sekai. Sedangkan member baru adalah para makhluk yang bergabung setelah event Iroiro no Sekai. Buka bersama ini juga sebagai ajang kumpul-kumpul para makhluk Shiratsuki. Untuk lebih jelas mengenai rincian kegiatan buka bersama ini, silaken baca review di bawah ini :

Sebetulnya ide buka puasa ini berawal dari rencana terselubung untuk tanggal 20080903. Rencana terselubung itu adalah meminta Anyuk dan John [atau mulai sekarang disebut Takoyaki dan Oden] untuk mentraktir setim karena pada tanggal itu Takoyaki ultah dan Oden pengumuman STAN. Tapi rencana itu sirna, karena gelombang nestapa tiba-tiba menerpa Oden. Gelombang nestapa itu berupa kabar kegagalan Oden merubuhkan dinding pertahanan STAN yang dikenal kokoh. Akhirnya harapan ditraktir pun digantungkan kepada Takoyaki. Ternyata Takoyaki selalu mengelak dengan mengataken tidak punya duit. Setelah dilanda kesimpangsiuran, diputusken buka bersama pada hari Minggu, 20080907. Tempatnya? Lha itu yang belum jelas. Pada hari Jum'at, 20080905, Onya' a.k.a Dango mengusulken untuk bukber di C*** S* B**. Usulan itu disetujui oleh saya sendiri [Meronpan]. Sabtu, 20080906, rencananya akan ada rapat akbar di rumah Oden membahas rencana buka bersama ini. Tapi rapat akbar ini hanya dihadiri oleh Tri Mas Kentir yaitu saya, Oden, dan Zem a.k.a Ramen. Dari jarak jauh Dango dan Takoyaki mengikuti rapat dengan menggunaken teknologi canggih Mxit. Diputusken untuk buka bersama di W***** S**** pada hari Minggu, 20080907. Buka bersama ini juga dalam rangka memperkenalken anggota baru dengan anggota lama. Hari yang dinantiken datang juga. Tri Mas Kentir datang ke WS lebih awal sekita pukul 4.30 pm. Mereka memesan tempat dulu untuk 15 orang. Tak berselang lama, sekitar pukul 4.50 pm, datanglah Takoyaki. Saya pun menagih Animonster. Saya lalu membaca-baca Animonster dulu. Yang datang berikutnya berturut-turut : Dango, Lita a.k.a Tenpura dan Reza, Tara a.k.a Nato, Devina a.k.a Dorayaki, Restu a.k.a Uiro, Devi a.k.a Ree, dan dua member baru yakni Novi dan Renda. Beberapa menit sebelum bedug Maghrib, pesan es teh 15 yang bayar Takoyaki. Selain itu Reza juga memesanken 15 teh botol F**** T**. Begitu bedug, minum dulu lalu baru pesan steak lalu sholat. Setelah sholat, rapat dan perkenalan dimulai dan dibuka oleh Dango. Tapi Dango menyerah karena suaranya kalah dengan teriakan-teriakan para makhluk yang kelaparan itu. Tak lama kemudian, pesanan datang. Kami pun makan juga akhirnya.

Berikut daftar anggota Shiratsuki yang hadir dalam acara buka bersama [baik lama maupun baru] :
  1. Hanin aka Meronpan (sastra Jepang Undip 08)
  2. Yudo aka Zem/Ramen (FKU Undip 08)
  3. Restu aka Uiro (Arsitek Undip 08)
  4. Sonya/Onya aka Dango (Arsitek Undip reguler 2 08)
  5. Budi aka John/Oden (Akuntansi Stikubank 08)
  6. Tara aka Nato (SMAN 1 Semarang kls XII IS)
  7. Ayu/Anyuk aka Takoyaki (Arsitek Undip 08)
  8. Lita aka Tempura (Perikanan Undip 08)
  9. Reza (Akuntansi Undip ??)
  10. Devina aka Dorayaki (FKU Undip 08) = non cosu
  11. Devi aka Ree (sastra Jepang Udinus 08)
  12. Renda (sastra Jepang Udinus 08)
  13. Novi (sastra Jepang Udinus 08)

Daftar di atas belum mencantumkan semua anggota Shiratsuki karena ada yang di Bandung [Rocky, Mirza, Gajah] dan ada yang mengaku masih sakit [Shinchan]. Selesai makan, acara saweran pun dimulai. Para makhluk mulai mengeluarken uangnya masing-masing untuk membayar steak.

Setelah itu diputusken untuk meluncur ke Smaga. Setibanya di Smaga, saya, Ramen, Oden, dan Uiro langsung menginjak-nginjak trap merah yang disakralkan di Smaga.
Bagi saya, itulah untuk pertama kalinya bisa menginjakkan kaki di trap merah. Selama 3 tahun sekolah di Smaga belum pernah saya mendarat di trap merah. Puas menginjak-injak, acara kumpul pun dimulai dengan MC yakni saya dan Dango. Yang lain duduk di kanopi.
Pertama-tama dijelaskan mengapa Shiratsuki bisa jadi niat setelah Iroiro no Sekai padahal sebelumnya sempat akan bubar. Setelah itu perkenalan 3 diantara 5 makhluk pendiri Shiratsuki yaitu saya, Ramen, dan Uiro. Selanjutnya perkenalan member lama yang terdiri dari 3 pendiri ditambah 3 makhluk lagi yakni Oden, Dango, dan Nato.
Barulah giliran para member baru untuk memperkenalken dirinya masing-masing. Member baru adalah para makhluk yang bergabung setelah Iroiro no Sekai. Perkenalan selesai mulai dibicarakanlah mengenai proyek, pembagian peran, tempat dan waktu kumpul dsb. Sempat juga ngobrol mengenai hal-hal yang tidak nyambung dengan tema. Seperti ngobrol tentang setan-setanan [setan-setanan setane setan, lol] atau ketawa-ketawa nggak jelas.
Akhirnya sekitar pukul 08.30 pm diputusken untuk mengakhiri pertemuan ini. Si Renda dan Novi pulang duluan. Namanya juga Shiratsuki, walau sudah beberapa kali bilang "Balik yo..." tetap saja nggak pulang-pulang. Sebelum pulang, para member ini foto-foto sambil berpose di trap merah sekaligus penekan di tiang bendera.
Selain penekan juga lompat-lompat nggak jelas dari tiang bendera. Setelah puas [lebih tepatnya capek] lompat-lompat, para makhluk ini berpulang ke rumah masing-masing dan mengakhiri seluruh rangkaian acara buka bersama Shiratsuki yang pertama. Semoga saja ada buka bersama episode selanjutnya.

Wednesday, 13 August 2008

Shiratsuki The New Rules

Seiring dengan semakin seriusnya para anggota Shiratsuki Cosplay Team dalam bercosplay, maka dengan ini ditetapken pula beberapa aturan main bagi para anggota Shiratsuki Cosplay Team. Here are the rules :
  1. Setiap anggota Shiratsuki diwajibken menyetor uang kas sebesar Rp 5000,00 per minggu. Uang kas ini nantinya dapat dipergunaken untuk tambahan modal cosplay atau untuk keperluan lain-lain [tahu sendiri, bagi Shiratsuki budget adalah masalah]. Apalagi saat ini, Shiratsuki sedang merencanaken sebuah proyek besar untuk jangka panjang. Bagi anggota yang ada di luar kota, akan langsung ditarik total pada saat mereka pulang ke Semarang.
  2. Diusahaken setiap hari Sabtu [sementara di rumah John], para anggota Shiratsuki berkumpul untuk membicaraken masalah-masalah yang tidak jelas atau masalah-masalah seputar dunia cosplay dan jejepangan. Hal ini dirasa perlu untuk menjaga kekompakan Shiratsuki Cosplay Team.
  3. [Sebuah aturan yang tidak terlalu penting]. Setiap anggota Shiratsuki yang punya account di Friendster harus menjadi friends dari FS-nya Shiratsuki. FS atau e-mail Shiratsuki : shiratsukicosplay@gmail.com. Masing-masing anggota juga harus saling meng-add. Hal ini [mungkin] dirasa perlu untuk menjalin komunikasi di dunia maya.
  4. [Lagi-lagi tidak terlalu penting, lol]. Setiap anggota Shiratsuki yang punya webblog maupun yang tidak, harus saling melihat webblog satu sama lain. Sementara ini yang punya webblog [sepengetahuanku] :

Siapa tahu ada informasi penting [dan yang tidak penting] termuat dalam webblog- webblog tersebut. Selain itu tujuan dari aturan keempat adalah ini sekalian untuk mempromosiken webblog pribadi masing-masing anggota.

Demikianlah sejumlah peraturan baru yang dibuat. Harap peraturan-peraturan itu dipatuhi, apabila tidak dipatuhi maka tidak apa-apa. Tetapi sebaiknya dipatuhi saja demi kelangsungan hidup Shiratsuki Cosplay Team. Telah berlaku sejak tanggal 16 Agustus 2008. Harap maklum.

Saturday, 9 August 2008

Review : Shiratsuki Second Cosplay part 2

NB : Sebelum anda membaca postingan yang ini sebaiknya membaca postingan sebelum ini atau Review part 1. Matur nuwun.

Minggu, 03082008, hari-H. Jam 07.00 kumpul di rumah John. Begitulah perjanjian sebelumnya. Tapi kenyataannya pada jam 07.00 itu yang baru datang baru aku, Zem, dan Onya'. Aku dan Zem langsung melakban yang belum dilakban. Zanpakutou milik Mashiro belum kering karena baru dicat oleh John pagi-pagi. Shimatta!! Lalu Mirza datang bersama Tara. Kemudian disusul Rocky. Yang datang paling akhir adalah Restu. Pagi itu rencananya mau membuat topeng hollow untuk kabaret. Tapi pada akhirnya proyek topeng hollow itu terbengkalai. Saat Rocky datang, dia ternyata lupa membawa cat rambut yang dibeli semalam. Akibatnya, dia harus membeli cat rambut lagi. Mirza, Onya', dan Tara langsung mengecat rambut masing-masing. John, karena tidak mendapat cat rambut warna perak/putih, akhirnya menggunaken cat air putih untuk mewarnai rambutnya. Sarung pedang milik Mashiro yang belum kering langsung dilakban mengingat keterbatasan waktu. Setelah Rocky sukses mendapat cat rambut, langsung saja wig yang dipakai Rocky dicat. Sebelum berangkat, aku menjelasken ide cerita terbaru yang akan digunaken untuk kabaret. Setelah semuanya siap, langsung pesan taksi. Aku dan Zem berangkat duluan untuk menukarken kuitansi dengan tiket masuk. Mirza dan para cewek beserta zanpakutou diangkut menggunaken taksi. Rocky dan John berboncengan naik motor. Sekitar jam 09.30 kami tiba di TKP. Setelah semua tiba di sana, ternyata HP-nya Restu ketinggalan di rumah John. Akibatnya, Rocky dan Zem harus kembali untuk mengambil HP. Enam orang yang tersisa ini pun menunggu di luar TKP. Kami ternyata langsung menarik perhatian. Beberapa pasang mata tertuju ke arah kami. Mungkin kami terlalu mencolok dengan warna yang berbeda-beda tiap orang dan lagi kami membawa zanpakutou serta "ogoh-ogoh". "Ogoh-ogoh" merupaken sebutan untuk wig afro buatan Mirza yang akan kupakai. Setelah Rocky dan Zem tiba kembali, kami tim Shiratsuki langsung masuk ke TKP. Di dalam kami langsung mendaftar cosplay competition dengan menunjukkan kuitansi pembayaran. Kami menjadi tim pertama yang mendaftar ulang dan mendapat nomor G-01. Menurut jadwal, kami akan naik ke atas panggung setelah break atau sekitar jam 12.35. Setelah mendaftar, kami menuju ke ruang penitipan barang untuk meletakkan barang-barang kami dan siap-siap sebelum terjun ke acara. Zem mulai menghidupken handycam-nya dan merekam aktivitas tim ini. Di ruang itu hanya kamilah satu-satunya tim cosplay yang menitipkan barang di situ. Selanjutnya, kami keluar dari persembunyian dan foto-foto dulu. Tak berselang lama, seseorang dari pihak I****** meminta kami untuk berfoto di bawah pohon. Sontak, kami langsung dirubung oleh para pengunjung yang juga memotret kami. Namanya juga cosplay, pastilah berasa jadi artis sehari, lol. Kami juga sempat bertemu dengan beberapa teman dari SMP yang telah berubah haluan. Setelah itu, acara pun dimulai. Dibuka dengan penampilan dari peserta band competition yaitu Jigoku Tenshi atau yang berarti Hell Angel.

Mereka membawakan lagu-lagu yang tidak terlalu familiar di telingaku. Vocalistnya cewek tapi perawakannya seperti cowok. Drummer dari band ini mengingatkanku kepada seorang teman di Smaga yaitu Toemo alias Mbak Wi. Karena beberapa orang dari Shiratsuki belum sarapan, kami muter dulu mencari sesuap nasi dan akhirnya diketemukanlah tempat makan sekalian untuk istirahat sejenak. Selesai sarapan, terdengar alunan musik After Dark-nya Asian Kung-fu Generation. Ternyata saat itu sedang tampil peserta band competition selanjutnya yaitu Ogenki yang membawakan lagu-lagu dari Asian Kung-fu Generation. Sayangnya, si vocalist tidak hafal liriknya. Payah!!

Kami pun kembali ke tempat penitipan barang. Tiba-tiba nama Shiratsuki dipanggil oleh Luthfi dan Resya untuk maju ke atas panggung. Padahal di jadwal kami baru maju setelah break. Mirza dan Zem saat itu sedang di toilet. Enam orang naik duluan baru disusul oleh Mirza dan Zem. Pertama-tama kami disuruh berpose untuk memberikan kesempatan kepada penonton untuk memotret kami.

Setelah dirasa cukup, Luthfi dan Resya menyuruh kami memperkenalken nama karakter yang kami peranken. Kami pun dihujani beberapa pertanyaan. Luthfi dan Resya penasaran dengan "ogoh-ogoh" dan bertanya dibuat dari apakah "ogoh-ogoh" ini. Ya kujawab dari kapas lalu dipilox. Kami juga ditanyai seputar pembuatan kostum kami. Ya kujawab ada yang dijahit dan ada juga yang beli di awul-awul. Luthfi dan Resya langsung mengapresiasi positif kata awul-awul dan kemudian berkata kepada para penonton bahwa untuk bercosplay tidak harus dengan biaya yang mahal terbukti ternyata dengan beli di awul-awul pun sudah bisa bercosplay. Kami sebenarnya mau berkabaret tapi malah tidak ditanyai apakah akan menampilken sebuah performance atau tidak. Kami malah langsung disuruh turun. Ya sudah pikir kami. Setelah kami turun, band tamu Sans Logique langsung naik ke atas panggung dan menggeber dengan lagu-lagu visual kei di antaranya lagu dari mereka sendiri, Gazette, dan Versailles.

Setelah turun dari panggung kami beberapa kali diminta untuk berfoto bersama.

Sampai saat itu belum tampak tim cosplay lain selain kami. Kami pun sempat optimis menang dan bisa balik modal. Sesudah Sans Logique, dilanjutken dengan break. Kami sempat leyeh-leyeh sebentar dan kemudian mencari tempat sholat. Di saat inilah kami mulai melihat tim-tim cosplay lain seperti Igakusei. Yang lebih mengejutkan adalah kemunculan Archangel. Melihat kedua tim itu, harapan kami untuk menang pun sirna. Tiba-tiba angin kencang berhembus. Terjadilah sebuah adegan seperti yang ada di anime-anime. Yah, tidak perlu dijelasken adegan seperti apakah itu. Yang jelas adegan itu cukup membuat malu Restu yang memakai sailor fuku. Setelah mendapat tempat untuk sholat, kami sholat secara bergantian terlebih dahulu. Saat kami sedang beribadah, parapara dance dimulai.

Sayang sekali kami tidak bisa menyaksikannya. Kami selesai sholat, selesai pula parapara dance-nya. Kami kembali ke arena dan bertemu dengan rekan-rekan dari Mochi Smaga dan juga Archangel. Saat itulah aku melihat lima orang dengan seragam sekolah yang sangat tidak asing bagiku. Seragam sekolah dari North High!! North High? Itu berarti... SOS-Dan!! xD Jantungku langsung berdebar dan sedikit tak percaya dengan apa yang kulihat. Ada tim yang bercosplay sebagai SOS-Dan. Langsung saja aku meminta foto mereka.

Aku bisa dibilang senang tapi juga berpikir sialan. Sialan, karena aku juga sangat berobsesi cosplay menjadi SOS-Dan dan ternyata telah didahului. Sayangnya, wajah yang menjadi Suzumiya Haruhi-sama dan Asahina Mikuru kurang mendukung [gomen]. Bahkan, yang menjadi Koizumi itsuki pun cewek! Apakah telah terjadi gender bending? Nevermind. Tak berselang lama, sebuah band audisi kembali tampil. Kali ini giliran Saikou no Shibui yang membuka penampilannya dengan Houkiboshi-nya Younha.

Setelah itu, aku lupa lagu-lagu yang dibawakan oleh mereka. Kemudian dilanjutken lagi dengan cosplay group competition. Yang naik panggung kali ini adalah Igakusei. Anak-anak FK Undip ini bercosplay sebagai D.Gray-man. Melihat kostum yang mereka gunaken, jujur saja, saya mendelik!! Totemo sugoi!!

Apalagi didukung dengan kabaret yang agak biasa saja tapi menjadi agak luar biasa karena di-dubbing oleh Luthfi dan Resya. Igakusei turun, langsung dipanggil sebuah tim dari Yogya, Vern. Ternyata Vern inilah yang menjadi SOS-Dan. Aku sudah bisa menebak performance yang akan mereka lakukan. Sebagai Haruhi-ist, bisa kutebak mereka akan melakuken Harehare Yukai Dance yang sangat legendaris di kalangan para Haruhi-ist dan para otaku. Benar saja, intro dari Harehare Yukai mulai terdengar. Mereka pun mulai berpose. Ketika dimulai, aku langsung maju dan menyuruh Zem untuk merekam. Melihat mereka nge-dance Harehare Yukai, jiwaku sebagai Haruhi-ist muncul. Sontak, aku juga melakukan Harehare Yukai Dance. Tak kupikirken pandangan orang lain yang melihatku. Bagi para Haruhi-ist seperti aku, Harehare Yukai Dance merupaken sesuatu yang wajib.

Aku sangat puas dengan performance mereka dan sangat senang karena untuk kali pertama di sebuah event di Semarang, aku melihat ada orang yang sealiran dengan ku. Acara dilanjutken dengan penampilan dari sebuah band audisi dari Yogya yaitu Julia.

Julia menampilken sebuah performance yang luar biasa. Mereka bermain dengan sangat hebat dan tampak sangat berambisi untuk menang. Lagu-lagu yang mereka bawaken sih kurang familiar di telingaku. Tapi, itu tak jadi soal. Aku tetap bisa menikmatinya melalui aksi panggung mereka yang sangat bersemangat terutama sang drummer yang kami sebut sebagai Mas Jenggot. Setelah performance dari Julia, kembali ke cosplay group competition. Kali ini giliran tim Nos yang bercosu sebagai Yuukan Club.

Biasa saja sih melihat kostum mereka. Akhirnya tim cosplay yang paling ditunggu muncul juga. Archangel!! Dengan kostum dari Final Fantasy X-2 mereka mendapat sambutan luar biasa [tapi sepertinya sambutan itu datang dari suporter mereka sendiri]. Tidak seperti biasanya, Archangel kali ini hanya diperkuat oleh enam orang termasuk Ega dan anaknya Pak Djono.

Mereka seperti biasa membawaken sebuah kabaret. Cerita kabaret mereka bisa dibilang agak jayus dengan tingkat PD yang berlebih dan logat Jawa yang medok. Kostum mereka bisa dibilang keren tapi masih lebih keren kabaret yang mereka bawaken. Setelah melihat aksi Archangel, kami semakin yakin bahwa kami akan kalah. But, nevermind. Cosplay bukan urusan menang kalah tapi yang penting adalah cosplay itu untuk bersenang-senang dan sejenak menjadi orang lain. Lalu kembali sebuah performance dari band tamu yaitu B/G, singkatan dari Boys and Girls, yang digawangi oleh Bung Tetsu.

Lagu-lagu yang mereka bawaken antara lain Ash Like Snow-nya The Brilliant Green, Aozora no Namida-nya Hitomi Takahashi, Rolling Star-nya Yui, dan Oxalis-nya High and Mighty Color. Lagu-lagu yang sangat familiar di telingaku. Aku sangat menikmati lagu-lagu yang mereka bawaken terutama Ash Like Snow. Setelah performace dari B/G, hasil cosplay dan band competition pun diumumken. Pertama adalah hasil dari band competition. Yang keluar sebagai juara adalah Julia dari Yogya. Menurutku mereka memang layak menang mengingat permainan musik mereka yang sangat bertenaga dan penuh semangat. Kemudian hasil dari cosplay single, character maupun original. Untuk ini, aku tidak terlalu ingat karena tidak terlalu memperhatiken. Saatnya untuk hasil dari cosplay group. Peluang Shiratsuki untuk menang sudah pasti tertutup. Oleh karena itulah, aku lebih menjagoken Vern yang keluar sebagai pemenang. Yang menjadi runner-up adalah Archangel. Dan yang keluar sebagai juara adalah... Igakusei!! Di luar dugaan. Padahal hampir semua penonton memprediksiken Vern lah yang akan menang. Tapi juri berkata lain. Yang dinilai oleh juri bukanlah performance mereka di atas panggung melainkan kostum mereka dan kemiripan mereka. Memang kalau dilihat dari segi kostum, Igakusei yang paling keren dan terlihat paling ribet. Tapi kalau dilihat dari segi performance, kabaret Igakusei menurutku biasa saja. Masih lebih baik performance dari Archangel dan Vern. Walaupun gagal, kami tim Shiratsuki tidak terlalu kecewa karena pada hakikatnya cosplay bukan masalah menang kalah melainken masalah senang-senang. Aksi panggung selanjutnya adalah sebuah band Jepang legedaris asal Semarang yang sudah lama tidak menampakkan diri. Japanese Girl alias JPG. JPG tampil dengan menggunaken pita hitam di lengan sebagai bentuk penghormatan kepada sang keyboardist yang baru saja berpulang ke haribaan. JPG dengan vokalisnya Resya langsung menghentak dengan opening dari Ultraman Gaia.

Para penonton pun langsung maju mendekati panggung dan mulai berjingkrak serta bernyanyi bersama. JPG juga menyanyiken beberapa lagu dari X-Japan yang didedikasiken kepada almarhum keyboardist. Dan akhirnya lagu wajib Japanese Girl pun didendangken. Pegasus Fantasy!! Sontak, penonton pun pada jejingkrakan gak jelas termasuk kami, delapan orang paling gak jelas dalam acara itu.

Berjingkrak dan bernyanyi. Setelah Pegasus Fantasy selesai, para penonton meminta JPG untuk menyanyi lagi. Padahal seharusnya, Pegasus Fantasy merupaken lagu terakhir dari mereka. Untuk memenuhi aspirasi penonton, JPG kembali memanasken suasana yang sudah panas karena AC-nya rasa nanas dengan lagu 1/3 no Junjou na Kanjou milik Siam Shade. Para penonton kembali histeris dan jejingkrakan gak jelas lagi. Saat memasuki reff, koor para penonton membahana. Lagu itu berakhir, berakhir pulalah penampilan dari Japanese Girl. Saatnya pengundian dan pembagian door prize. Panitia menyediaken beberapa door prize dari I******, J-Shop, dan dari Resya sendiri. Door prize yang paling menarik adalah sebuah topeng Kamen Rider V3 dari Resya. Melihat itu, kami jadi ingin memilikinya. Orang yang mendapatken door prize itu sepertinya tidak menyukainya terlihat dari wajahnya. Resya sendiri sepertinya tidak rela untuk memberikan door prize itu ke orang lain. Bahkan Resya sampai menawarken uang tunai untuk mendapat door prize itu kembali. Setelah pembagian door prize, acara beum selesai. Masih ada jam session, gabungan personel beberapa band yang akan manggung bareng. Yang ikut jam session itu antara lain Resya [JPG], Bung Tetsu [B/G], vokalisnya Hansamuna Hito, vokalisnya Sans Logique dll.

Mereka membawaken tiga buah lagu dari L'arc~en~ciel. Antara lain Jiyuu e no Shoutai, Stay Away, dan yang satu lagi aku lupa. Tentu saja, suasana kembali memanas. Para penonton kembali berjingkrak dan bernyanyi.

Jam session berakhir, berakhir pula rangkaian acara Iroiro no Sekai ini. Saat semua orang pulang, kami menunggu sampai sepi. Tiba-tiba ada yang mengajak foto lagi. Kami pun berpose mengitari zanpakutou dan wig.

Setelah dirasa sepi, kami kembali ke ruang penitipan barang untuk mengambil barang-barang kami. Saat itu, kami diajak oleh Hachi [calon senpai ku di Jepang Undip] untuk jalan-jalan di CL dengan bercosplay. Karena kami sudah terlalu lelah, kami pun menolaknya. Kami langsung meluncur ke rumah John. Di rumah John, kami istirahat sejenak dan minum es teh. Onya' langsung pulang karena sudah dijemput. Setelah Onya' pulang, John mengajak kami makan-makan di WS. Tapi sebelumnya sholat dulu. Mirza dan Tara keramas dulu untuk menghilangken cat rambut. Selesai sholat barulah pergi ke WS ditraktir John. Berakhir sudah seluruh rangkaian kegiatan Shiratsuki Cosplay Team yang sangat sibuk dalam jangka waktu kira-kira 3 minggu. Aku bertekad untuk mempertahanken tim ini walau ditinggal Mirza dan Rocky ke Bandung. Tapi kan kucari lagi anggota baru. Shiratsuki kan tetap bercosplay dan meramaikan dunia cosplay di Semarang. Overall, walau kami tidak menang, kami tetap merasa puas. Karena untuk cosplay kali ini, kami lebih bisa memaknai arti cosplay sesungguhnya melalui waktu 3 minggu itu. Event Iroiro no Sekai ini juga keren tapi menurutku peserta cosplay competition kali ini tidak sebanyak biasanya. Semoga saja, Iroiro bisa lebih rutin menggelar event. Dan semoga Shiratsuki bisa ikut cosplay competition lagi.