Saturday, 20 January 2018

Shuka Sugata B.L.T. VOICE GIRLS vol. 32, Oktober 2017

Postingan perdana di tahun 2018. Sebentar lagi blog ini genap 10 tahun dan lama-lama cuman jadi tempat pengarsipan terjemahan yang berhubungan dengan Shuka. Kali ini pun ada terjemahan terbaru dari rubrik Shuka Sugata yang ada di majalah B.L.T. VOICE GIRLS vol. 32 yang rilis Oktober tahun lalu. Pesen majalahnya dari November tahun lalu tapi akhirnya baru sampai rumah dua hari lalu. Terserah saja lah. Well, seperti biasa terjemahan oleh saya sendiri. Jadi, langsung saja dan selamat membaca!
Rubrik Visual Saitou Shuka
Shuka Sugata
(terjemahan: Sosok Shuka)

Di rubrik edisi kedua ini, menampilkan rekues terbanyak yaitu sosok memasak dan jalan-jalan di taman bersama anjing kesukaannya. Tapi berkebalikan dengan harapan seluruh cowok yang ingin dimasakin oleh cewek imut, ternyata dia tipe cewek yang susah ditebak?!

Foto: Fujimoto Kazunori  Teks: Okubo Kazunori
Pengarah gaya: SHIBA  Tata rambut dan rias: Onodera Risa
Kali ini, untuk menjawab rekues dari para penggemar, kami menampilkan sosok Shukashuu yang sedang memasak dan jalan-jalan bersama anjing!

Kali ini sesuai yang diharap-harapkan, sosok memasak!
--- Mungkin gara-gara terpengaruh di edisi sebelumnya aku bilang jago masak nikujaga, jadi banyak lho yang rekues kepingin lihat sosokku yang lagi masak. Memang sih ya, aku jarang memperlihatkan diriku yang lagi masak. Tapi, walau menjawab rekues dari yang pingin lihat aku masak, kali ini aku masak makanan buat anjing. (haha)
Keisengan Shuka ya. (haha)
--- Aku tipe orang yang iseng sih (haha). Pingin sih memperlihatkan sosok diriku yang lagi masak makanan biasa, tapi belum saatnya!
Hari ini kelihatan seneng banget main-main sama anjing gede gitu. Tapi sebenarnya di rumah meliharanya anjing kecil ya?
--- Iya ya. Gak cuma anjing, aku suka banget sama binatang. Reptil juga suka, belalang juga. Rasanya pingin nyentuh segala macem makhluk hidup, kecuali serangga yang kelihatan serem.
Belum lama ini, denger-denger ada keluarga di Brazil yang melihara macan.
--- Eh!! Aku iri!!
Masak iri sih, itu macan lho.
--- Walau macan tapi kalau dirawat sama manusia pasti bisa jadi temen, karena itu pasti gak apa-apa! Kalau pun digigit, itu pasti karena aku ngelakuin sesuatu yang gak disukainya, jadi ya mau bagaimana lagi. Atau malah, mungkin itu caranya mengekspresikan rasa cintanya padaku!
Selevel Pak Mutsugorou gitu ya.
--- Aku mengerti perasaan Pak Mutsugorou. Kalau misal boleh sih, aku ingin melihara singa, panda, sama kera ungka! Terutama kera ungka, berhubung tanganku juga panjang, pasti dikira temennya! 
Kebun binatang itu bagai surga ya?
--- Beneran surga! Kayaknya kalau aku gak menggeluti pekerjaanku yang sekarang, kemungkinan besar aku jadi petugas kebun binatang atau akuarium.
Kalau begitu, lebih baik kalau punya pacar yang juga suka binatang?
--- Memang sih, aku lebih suka yang begitu ya. Orang yang suka binatang itu gak ada yang jahat. Kalau dia orangnya kurang suka binatang, misal aku mau melihara anjing, pasti jadi gak bisa ya kan? Karena itulah, kalau bisa sih dapet pacar yang suka binatang, terutama yang suka anjing.
Untuk edisi selanjutnya, ada keinginan tertentu untuk menghadapi rekues dari penggemar?
--- Apa ya? Ide yang gampang sih, pergi kencan dengan pakaian seperti ini, atau pergi ke tempat seperti ini? Karena aku lebih gampang terpengaruh ide-ide yang spefisik, jadi kalau bisa mungkin lebih baik kasih saran yang detail. Terus, lebih bagus lagi ide-ide yang bikin aku seneng pas milihnya!
Terakhir, tolong kasih tahu masakan keahlianmu selain nikujaga!
--- Cheese in hamburg! Ngomong-ngomong, hamburg buatanku banyak bawangnya lho! ♥

*) Keterangan penerjemah:
2. Mutsugorou: Nama alias dari Hata Masanori, seorang zoologis, novelis, penulis esai. https://g.co/kgs/MNUGpo

Wednesday, 6 December 2017

Wawancara Saitou Shuka dalam Majalah B.L.T VOICE GIRLS Vol. 27 (Agustus 2016)

Pas delayed viewing HPTT akhir Oktober lalu, dapet material wawancara yang bisa diterjemahkan. Kali ini dari majalah B.L.T VOICE GIRLS Vol. 27 yang rilis Agustus 2016 lalu. Walau sudah lewat setahun lebih, tapi tak apalah. Infonya masih layak diketahui para pecinta Shuka seperti saya. Jadi, langsung saja.
 Watanabe You-chan, gadis yang hobi latihan beban dan punya keahlian loncat indah, yang bahkan sampai bisa melakukan gerakan hebat semacam jungkir balik 3,5 putaran. Intinya dia itu tipe gadis yang aktif nan atletis. Pas pertama kali baca profilnya, kesan pertamaku adalah, "Ini cewek semangat banget". Aku pun dari kelas 4 SD sudah menekuni tari secara terus menerus, lalu pas SMP ikut klub badminton, dan sebagai sesama tipe yang aktif, jadi aku bisa bersimpati dengannya. Ya walaupun gak selevel You-chan (haha). Menurutku You-chan itu pribadi yang sangat hebat karena melaju menuju dua tujuan berbeda: mengejar impiannya menjadi nahkoda sembari aktif sebagai school idol
 Aku pribadi juga punya tujuan besar yang telah dicapai melalui Love Live! Sunshine! yang merupakan karya debutku ini. Karena dari dulu aku ingin bekerja di bidang tarik suara untuk melengkapi bidang tari yang kutekuni dari dulu. Jadi, sewaktu di tempat kerja sambilan pas aku dapat pengumuman lolos, aku langsung nangis kenceng banget. Setelah itu, tanpa tahu apa-apa, sudah masuk sesi rekaman buat seri animenya. Intinya karena bener-bener baru pertama kali, sungguh suatu perjuangan. Kesulitan awalnya itu bukan hanya soal ngepasin suara, tapi juga soal ngepasin sama layarnya. "Ini sih kalau gak ahli mana bisa? Eh, emang aku ahli ya?", sampai-sampai beberapa kali aku bertanya pada diriku sendiri (haha). Sebelum sesi rekaman anime, ada sesi rekaman buat drama CD, tapi karena hanya ada naskah dan gak ada layarnya, jadi itu dibuat agak bebas. Jadi kayak buru-buru, bener-bener beda. Sekarang sih sudah mulai terbiasa, tapi tetap saja banyak hal yang susah.
 Lalu, untuk mengeluarkan sesuatu yang "You-chan banget" pun aku beberapa kali melakukan percobaan (trial and error). Pada dasarnya sih untuk menambahkan kesan gadis ceria penuh semangat, dia selalu tiba-tiba hormat tiap kali jawab sesuatu, terus punya kebiasaan bilang "Yousoro!", suatu bahasa pelayaran yang kira-kira artinya "oke" atau "gak ada masalah". Kesan nahkodanya itu kuat banget. Dengan gambaran You-chan yang seperti itu yang tertanam di dalam diriku, pas rekaman aku coba melakukan gestur tangan maupun tubuh yang tampak bersemangat, misal sewaktu hormat pun aku juga turut hormat sambil menyesuaikan suaranya. Aku berusaha demikian karena menurutku akan lebih baik kalau aku bisa mendekati gambaran You-chan yang ada dalam diriku meskipun hanya sedikit. Tapi, kalau suatu saat muncul adegan You-chan latihan beban sendirian, beneran bingung, duh, ini gimana jadinya (haha).
  Meski Aqours sudah beberapa kali mengadakan acara, tapi acara di bulan Januari di mana untuk pertama kali Aqours tampil bersembilan, bagiku itu tak terlupakan hingga sekarang. Meskipun sudah pakai ear monitor, tapi suara para penonton tetap kedengaran lho. Mengingatnya saja sudah bikin bulu kudukku merinding. Sungguh aku masih ingat jelas pemandangan kala itu. Memang sih aku sudah pernah menari di depan banyak orang, tapi gak pernah dapat sorakan (yang sebegitunya) dari penonton. Terus, aku jadi bisa sangat merasakan sulitnya menari sambil menyanyi sebagai suatu grup. Kalau cuma menari sih, aku bisa gunakan pengalamanku selama sembilan tahun itu secara apa adanya. Tapi ini kan ditambah nyanyi dan secara stamina pun butuh lebih, jadi duh, gimana ini kalau salah lirik? Duh, gimana ini kalau posisiku salah? Meski kepikiran macem-macem seperti itu, tapi tetap harus tampil. Begitu berdiri di atas panggung sih, sebagai school idol, aku menampilkan penampilan dengan tenaga lebih dari 120% dan penuh senyuman. Tanpa memikirkan hal itu pun, begitu melihat pemandangan itu terhampar di depan mata, rasanya secara sendirinya aku menikmatinya dari lubuk hatiku. 
  Rasanya mulai saat ini akan ada banyak kesempatan untuk tampil dalam berbagai acara. Tugasku sekarang adalah berdiri di panggung bukan sebagai Saitou Shuka tetapi sebagai Watanabe You. Benar-benar menjadi Watanabe You sepenuhnya, mulai dari ujung kepala sampai ke ujung kuku kaki. Sungguh terbaik ya kan kalau yang terlihat di mata penonton itu sosok Watanabe You dan bukan sosok Saitou Shuka. Lalu, karena harus melakukan tarian yang sama dengan video animasinya, jadi aku sempet bingung bagaimana ini kalau ke depan ada gerakan akrobat khas ala You-chan. Tapi aku akan berusaha berlatih agar menguasai akrobat dan sekarang aku harus bersiap untuk itu. Terserah mau salto ke belakang atau apapun itu, kalau itu dilakukan You-chan, aku juga akan melakukannya! Tapi, kasih aku tiga bulan buat latihan (haha).

Terjemahan oleh saya sendiri. Majalahnya bukan punya saya.